Restaurant Indonesia di Dubai -Bali

Restaurant Indonesia di Dubai -The Little Bali

LIVE IN DUBAI
Restaurant Indoenesia di Dubai – The Little Bali

Komunitas orang Indonesia di Dubai kembali mendapatkan berita gembira, dengan hadirnya sebuah restaurant baru di Dubai. Dibukanya restaurant baru, The Little Bali, menambah jumlah restaurant Indonesia di Dubai. Sehingga mempermudah orang Indonesia yang tinggal di Dubai untuk mendapatkan makanan Indonesia di Dubai.

Tidak cocok dengan masakan kari beraroma kuat

Setelah 5 bulan tinggal di Dubai, lidah saya masih belum terbiasa dengan aroma kari dari restaurant lokal yang banyak dijumpai di Dubai. Masakan India, Pakistan, Libanon, Arab, Turki, dan lain-lain, menurut saya terlalu banyak menggunakan bumbu kari yang rasanya sangat kuat dan aroma karinya cukup menyengat.

Sementara saya yang berasal dari Toraja, sebuah daerah di Sulawesi Selatan, tidak terbiasa dengan makanan berkari. Masakan di rumah saya di Toraja, sangat sederhana dan tidak terlalu banyak menggunakan bumbu. Apalagi untuk sayur-sayuran, almarhum papa saya, lebih memilih sayur dimasak bening dari pada ditumis atau diberi berbagai macam bumbu.

Lalu beberapa hari yang lalu, saya sempat melihat postingan di sosial media perkumpulan orang Indonesia di Dubai, tentang restaurant baru di Dubai, The Little Bali. Dan di hari Jumat, dua hari yang lalu, kami putuskan untuk pergi mengunjungi restaurant tersebut. Untuk mensupport bisnis orang Indonesia yang ada di Dubai.

Mengunjungi The Little Bali

Restaurant Indonesia di Dubai -Bali
Restaurant Indonesia di Dubai – The Little Bali di waktu malam

Nah berikut ini, saya mau bagikan pengalaman kecil kami mengunjungi rumah makan tersebut. Mudah-mudahan bisa memberi info kepada orang Indonesia yang tinggal di Dubai, ketika mencari rumah makan Indonesia di Dubai.

  1. The Little Bali belum ada di Google Map. Bagaimana mau pergi ke sana?
  2. Jam berapa restaurantnya di buka?
  3. Berapa daya tampung restaurant The Little Bali di Dubai?
  4. Apakah interior ruangan bernuansa Bali?
  5. Bagaimana pelayananan dari Staffnya?
  6. Apa menu makanan Indonesia yang disajikan?
  7. Soal rasa, bagaimana?
  8. Apakah harga makanan murah atau mahal?

Yuk, di baca terus 🙂

1). The Little Bali belum ada di Google Map. Bagaimana mau pergi ke sana?

Sebelum berangkat kesana, saya coba cari di google, The Little Bali, sayangnya saya belum menemukan website atau accountnya di sosial media. Juga di google map atau Shail, belum muncul nama The Little Bali.

Bisa dimaklumi karena restaurantnya masih baru, jadi mungkin team marketingnya belum sempat membuat websitenya atau minimal facebook accountnya. Karena menurut saya itu penting sekali, agar informasi keberadaan restaurant tersebut bisa dilihat oleh banyak orang. Sekarang mau cari apa-apa semuanya terlebih dahulu mengecek di internet. Iya kan pemirsa? eh salah… maksudnya pembaca 🙂

Tapi tak apalah, nanti kalau mereka sudah ada website atau account sosialnya, saya akan update ya 🙂

Nah, dari photo di sebuah account sosial media, saya mendapat alamat lengkap restaurant The Little Bali : Cluster U atau Cluster T, Damac Metro Station, Jumairah Lake Tower.

Cara pergi ke sana?

Kalau mau pergi ke sana naik publik transport, ambillah Metro MRed, jurusan UAE Exchange, dan berhenti di Damac Metro Station, kemudian jalan kaki sekitar 5 menit ke JLT Cluster U. Menurut petunjuk di Shail ya 🙂

Tapi seandainya kalian pergi menggunakan taxi atau kendaraan pribadi, ketik “JLT Cluster U” di google map, shail atau Wase. Lokasi restaurant berada di basement Tower 3, menghadap ke danau. Gampang kok mencarinya.

2). Jam berapa restaurantnya di buka?

Mohon maaf, saya lupa menanyakan jam operasional restaurantnya. Tapi saya pikir mungkin sama dengan kebanyakan restaurant di Dubai, buka dari jam 11am pagi sampai jam 11pm malam. (Nanti saya update lagi ya). Dan mudah-mudahan restaurantnya segera punya account sosial, jadi kita bisa tahu jam bukanya hehehe …..berharap 🙂

Kami kebetulan berkunjung ke sana sekitar jam 7:30pm untuk makan malam. Waktu kami datang, restaurantnya sepi. Namun sekitar jam 8;30pm ada sekitar 20an pengunjung yang kebanyakan orang Indonesia.

3). Berapa daya tampung restaurant The Little Bali Dubai?

Dari beberapa rumah makan Indonesia di Dubai yang pernah saya kunjungi, restaurant The Little Bali memiliki ruangan indoor yang paling besar dibandingkan restaurant lainnya. Perkiraan saya, ruangan indornya bisa menampung sampai 100 pengunjung. Sehingga untuk saat ini, kita tidak usah kuatir untuk antri tempat duduk.

Kelebihan lainnya, yaitu restaurant ini memanfaatkan juga area di depan restaurant yang berada di tepi danau. Sehingga pemandangannya cukup bagus, kalau mau duduk di luar ruangan. Sayangnya dengan suhu sampai 45 derajat celcius di siang hari, tentunya bagian luar belum bisa digunakan maksimal saat ini. Tapi pada saat musim dingin nantinya, pasti nyaman untuk duduk di luar.

Dengan ruangan indoor dan ditambah area outdoor, restaurant ini memiliki daya tampung yang cukup besar. Sehingga cocok sebagai tempat untuk makan bersama keluarga besar atau bersama grup yang cukup besar. Bisa juga jadi tempat alternatif bagi komunitas orang Indonesia di Dubai untuk mengadakan acara makan siang atau makan malam bersama. Jangan lupa undang saya ya 🙂

4). Apakah interior ruangan restaurant bernuansa Bali?

Ketika membaca nama “The Litle Bali”, saya langsung teringat ke Bali, karena saya cukup sering menghabiskan waktu di Bali. Saya membayangkan restaurant baru ini pasti menghadirkan suasana Bali yang kental. Namanya juga “The Little Bali”.

Itulah yang menjadi daya tarik bagi saya untuk berkunjung ke sana. Dan saya rasa, kebanyakan orang yang mendengar nama “Little Bali”, pasti membayangkan hal yang sama dengan saya.

Namun, kali ini bayangan saya salah! Ruangan restaurant tertata apik, rapi dan bersih. Namun saya tidak menemukan suasana Bali di dalam restaurant.

Interior Modern

Restaurant Indonesia di Dubai -Bali
Rumah makan Indonesia di Dubai : Interior The Little Bali

Meja, bangku-bangku dan sofa, designnya minimalis atau modern, tidak nampak unsur etnik Bali sama sekali. Lampu-lampu yang menggantung cantik juga seperti kebanyakan dipakai di cafe-cafe modern. Tapi cukup terhibur melihat ada beberapa lampu yang diberi tutup ayaman bambu. Itu saja.

Saya mencari hiasan dinding yang bisa sedikit menghadirkan kesan Balinya, tapi saya cuma melihat sebuah hiasan wajah yang cukup besar, yang menurut saya tidak identik 100 persen dengan Bali, karena hiasan seperti itu bisa juga dijumpai di beberapa negara Asia lainnya. Selebihnya dindingnya dihiasi wall paper dan semacam panel dari kain berwarna merah serasi dengan pembungkus sofa dan bangku-bangkunya.

Namun tidak usah kecewa, ada dinding kecil di bagian belakang meja kasir, yang dihiasi dengan foto gapura Bali dan terdapat bingkai atau frame kecil untuk mengambil photo. Jadi anda bisa ambil photo untuk instagram anda di situ. Paling tidak ada gambar gapura Bali nampak sebagai latar foto anda bukan 🙂

Silakan lihat video amateur saya di atas 🙂

Rindu hadirnya nuansa Bali

Tapi terus terang saja, saya mengharapkan mungkin suatu saat nanti, saat saya berkunjung lagi ke sana, saya akan menjumpai ornament-ornament Bali di pintu masuk restaurant, atau hiasan dinding yang berasal dari Bali, atau lukisan tentang Bali, atau dekorasi kain Bali yang seperti biasa kita jumpai di resturant Bali, atau payung besar yang berdiri di pintu masuk, atau apalah yang bisa memberikan kesan sebagai “The Little Bali”. Dan bukan tidak mungkin bisa mendengar dentingan musik khas Bali yang biasa terdengar di restaurant-restaurant di Bali.

Ah sudahlah… itukan hanya harapan saya seorang saja. Pemiliknya pasti sudah punya konsep tersendiri tentang bisnis restaurantnya dan apalah artinya harapan saya seorang ini heheeheheh

Maafkan saya ya 🙂 Mungkin juga karena saya sudah tidak sabaran lagi menunggu bulan delapan, sehingga saya bisa berkunjung lagi ke Bali merasakan suasana The Bigger Bali hehehe.

5). Bagaimana pelayananan dari Staffnya?

Setelah membuka sendiri pintu restaurantnya, kami lalu ditemui oleh staffnya yang ramah mempersilakan kami memilih tempat duduk. Saya memilih untuk duduk di sofa agar bisa bersandar ke dinding, karena kebiasaan saya, kalau sudah kenyang, maunya relaks ke sandaran kursi. Tapi di sini pakai bangku-bangku bukan kursi yang ada sandarannya.

Seorang staff restaurant kemudian menyodorkan sebuah buku kecil yang di atasnya ada tulisan tangan daftar menu yang ada. Sambil minta maaf, karena daftar menunya masih tulisan tangan. Mungkin karena mereka belum selesai mencetak menu listnya atau masih belum fix menu apa yang mau disediakan. It is oke. Wajar saja. Namanya juga restaurant baru. Hari itu malah belum grand opening.

Staffnya kebanyakan orang Indoensia dan ramah-ramah orangnya. Tentu saja kami berbahasa Indonesia waktu mengorder makanan. Waktu penyajian makanan lumayan cepat, karena pada saat kami datang, kebetulan lagi sepi.

6). Apa menu makanan Indonesia yang disajikan?

Karena masih baru, The Little Bali, menawarkan varisi menu makanan dan minuman yang masih terbatas. Dan tidak ada menu prasmanan yang siap sedia, tinggal kita pilih, seperti yang disediakan di beberapa restoran Indonesia di Dubai.

Tapi itu bukan alasan untuk tidak mengunjungi restaurant ini, karena sudah ada menu nasi goreng, ayam betutu, ayam taliwang, bebek goreng kalau tidak salah, sayur lodeh, tumis kangkung, rendang dan beberapa menu lainnya.

Nasi putihnya akan disediakan di meja kita, dalam bakul kecil, sehingga gampang kalau nambah, tidak usah malu-malu atau malu-maluin 🙂 Dan satu toples kerupuk juga disedikan gratis di meja kita. Enak toh, makan gratis 🙂

7). Soal rasa makanan, bagaimana?

Kali itu, kami mencoba menu : ayam rica-rica, ayam bakar taliwang, rendang dan sayur lodeh. Sementara minumnya juice mint segar dan air putih. Sebenarnya walaupun lagi batuk dan tidak boleh minum minuman dingin, saya penasaran mau coba es cendol, karena sudah tertulis di menu. Tapi ternyata lagi habis katanya. Jadinya minum air putih saja.

Nah, soal porsi dan rasa masakannya, bagaimana?… itu yang penting!

Ayam Rica-Rica VS Ayam Bakar Taliwang

Restaurant Indonesia di Dubai -Bali
Masakan Indonesia – Ayam rica-rica

Pesanan ayam bakar taliwang dan ayam rica-rica, datang disajikan bersamaan waktunya. Dan saya tidak bisa membedakan yang mana ayam rica-rica dan yang mana ayam bakar taliwang. Mulanya saya pikir salah order, ordernya cuma 1 ayam taliwang, tapi datang dua buah.

Menu restoran Indonesia di Dubai – Ayam Bakar Taliwang

Kenapa? karena sepintas kelihatan sama. Dua-duanya di sajikan di piring anyaman rotan yang dilapisi daun pisang. Dihiasi dengan potongan sayur kool, kacang panjang, timun dan seiris potongan tomat. Ditambah sebuah mangkok kecil berisi sambal. Satunya berisi potongan paha ayam dan satunya lagi berisi potongan dada ayam.

Karena tidak yakin, akhirnya saya bertanya kepada staffnya. Dan ternyata saya kurang teliti. Bedanya itu di sambalnya! Kalau yang ayam bakar taliwang, sambalnya sambal matah, kalau tidak salah namanya. Dan untuk ayam rica-rica, sambalnya sambal tumis.

Saya salah lagi. Bayangan saya untuk ayam rica-rica, adalah ayam yang disambal atau ditumis pedas dengan bumbu rica-rica. Jadi ayamnya tercampur dengan sambalnya. Kadang dipotong kecil-kecil ada juga yang potongannya agak sedang.

Nah, sudah tahu kan sekarang, kalau kebetulan pesan menu ayam bakar taliwang dan ayam rica-rica, maka perhatikan sambalnya ya 🙂

Rendang

Makanan favorite orang Indoenesia – Rendang

Untuk rendang, penyajiannya juga sama, disajikan bersama dengan potongan sayur kool, timun, kacang panjang, dan tomat. Mungkin ini standard penyajian menu ya :-). Daging rendangnya sangat empuk, seperti sudah digeprek atau dimasak lama, jadi dagingnya sudah lembek.

Tidak seperti kebanyakan rendang di restaurant Padang atau Minang di Indonesia. Dimana potongan daging rendangnya biasanya masih agak utuh dan berbentuk potongannya. Kalau rendang di Little Bali, sudah sangat empuk, dan tidak kelihatan lagi bentuk potongan dagingnya dan apalagi dilumuri bumbu yang cukup banyak.

Sayur Lodeh

Sayur lodeh melengkapi menu makan malam

Sementara sayur lodehnya disajikan dalam mangkuk ukuran sedang. Isinya berupa potongan sayur kangkung, tomat, terung dan timun kalau tidak salah. Isi potongan sayuran di dalam mangkok tersebut, cukup sebagai tambahan lauk untuk porsi satu orang, tapi kuahnya cukup banyak, bisa untuk 2 atau 3 orang.

Soal Rasa …

Soal rasa, menurut saya, rasanya standard masakan Indonesia. Bukankah, lidah dan selera orang berbeda-beda. Untuk makanan yang dikeluarkan dari periuk yang sama, bisa saja saya suka namun anda tidak suka. Waktu makan juga mempengaruhi. Kalau anda ke restaurant dalam keadaan sangat lapar, walaupun tidak enak, rasanya akan nikmat juga.

Jadi apa salahnya mencoba dan merasakan sendiri. Mencoba sesuatu yang baru, menambah pengalaman baru, bukan?.

8). Apakah harga makanan murah atau mahal?

Harga seporsi makanan, tidaklah mahal, dibandingkan dengan restaurant Indonesia lainnya. Kisaran 30an dirham perporsi untuk menu utamanya.

Dan perlu diketahui bahwa harga makanan juga tergantung dari lokasi dimana restaurantnya berada. Jadi menurut saya, harganya tidaklah terlalu mahal.

Mari dukung bisnis restaurant Indonesia di Dubai

Nah, bagi orang Indonesia di Dubai, atau yang akan liburan ke Dubai, bolehlah mampir ke restaurant yang satu ini. Mari kita dukung bisnis-bisnis yang dimiliki oleh orang Indonesia, yang berada di Dubai. Kunjungan kita tentu saja sangat berarti bagi kemajuan restaurant-restaurant Indonesia yang ada di Dubai. Dan kalau perlu, kita bisa ikut promosikan, agar makanan Indonesia bisa mengambil tempat di negara ini.

So, ayo guys, ramai-ramai kunjungi restaurant The Little Bali. Mumpung sekarang kayaknya masih suasana grand opening. Siapa tahu dapat satu menu gratis hahahahah

Jangan lupa bagikan, like, tinggalkan komentar dan subcribe laman saya ini, kalau menurut anda bermanfaat. Untuk membaca tulisan saya lainnya tentang Dubai, klik di sini ya.

Selamat untuk hadirnya satu lagi rumah makan Indonesia di Dubai.

Salam Indonesia!

#indonesianfoodindubai, #indonesianrestaurantindubai, #restoranindonesiadidubai, #rumahmakanindonesiadidubai, #makananindonesiadidubai, #restaurantindonesiadidubai, #indonesiaindubai, #indonesianrestaurantsindubai

yosintaparuruk

Naval Architect, Blogger, Youtuber at yosintaparuruk.com
A Naval Architect by profession, I have spent 18 years as a professional working on Offshore, Marine and shipbuilding projects at several international companies, working in various countries. Currently starting to slowly withdraw from managing my projects and shifting to my other passions like social works, health care and nature.
I also have interest in natural beauty treatment, natural herbal remedy, natural and organic product,hand made product, ecogreen policy, back to nature campaign, no animal testing product campaign, social works, up cycling and recycling, DIY, interior design, sewing and craft ideas.

Recently started to build up my website www.yosintaparuruk.com, which is focusing on Toraja Culture, my hometown culture and stories about my life in Dubai. My youtube: Yosinta Paruruk

To know more about my recent activities and ideas, please visit my website: www.yosintaparuruk.com

and my hobby on sewing website:
https://jahittanpapola.com/

https://www.facebook.com/elitespasalonbali/?pnref=lhc

Instagram: Yosinta Paruruk
Twitter: Yosinta Paruruk

---------

Leave a Reply