Pesta Orang Mati di Toraja

Philosopy Toraja, Toraja Ceremony, Toraja Culture, Toraja Etnic, Toraja Tourist Destination

Pesta Orang Mati di Toraja

Kapan papanya mau dipesta? (maksudnya kapan upacara pemakaman papa saya akan dilaksanakan?) Sebagai orang Toraja asli, saya merasa risih ketika mendengar orang menyebut upacara pemakaman orang meninggal / orang mati di Toraja dengan sebutan “Pesta Pemakaman” atau “Pesta Orang Mati”. Anda juga pernah mendengar seperti itu kan?

Dalam pengertian dan pemahaman saya, image kata “pesta orang mati” lebih mengacu pada acara bergembira, keramaian yang bersukacita, dan bahkan mungkin bisa dibilang melakukan kegiatan yang memanfaatkan uang yang bisa saja mengandung unsur foya-foya dan menghabiskan uang berlebih, makanan dan minuman berlimpah.

Apakah demikian sebenarnya yang terjadi dalam upacara pemakaman adat Toraja, sehingga layak di sebut “Pesta”? Saya bukan ahli atau guru bahasa, tapi saya cuma mau menuliskan perasaan dan pikiran saya sebagai orang Toraja.

Bertanya ke Mister Google

Pertama-tama, saya coba bertanya ke Mister Google. Ketik kata: “Pesta”

Dan dijawab oleh Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas:

Pesta adalah sebuah acara sosial yang dimaksudkan terutama sebagai perayaan dan rekreasi. “Pesta” dapat bersifat keagamaan atau berkaitan dengan musim, atau, pada tingkat yang lebih terbatas, berkaitan dengan acara-acara pribadi dan keluarga untuk memperingati atau merayakan suatu peristiwa khusus dalam kehidupan yang bersangkutan.

Saya tertarik pada kata rekreasi. Coba kita cek apa itu “rekreasi”.

Rekreasi (bahasa Latin, re-creare) secara harfiah berarti ‘membuat ulang’, adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang di samping bekerja. Kegiatan yang umum dilakukan untuk rekreasi adalah pariwisata, olahraga, bermain, dan hobi. Kegiatan rekreasi umumnya dilakukan pada akhir pekan.
Rekreasi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang secara sengaja sebagai kesenangan atau untuk kepuasan, umumnya dalam waktu senggang. Rekreasi memiliki banyak bentuk aktivitas di mana pun tergantung pada pilihan individual. Beberapa rekreasi bersifat pasif seperti menonton televisi atau aktif seperti olahraga.

Kalau membaca arti rekreasi tersebut diatas, sebagai bagian dari pengertian kata “Pesta”, dan dalam konteks pemakaman atau penguburan, maka jelas bagi saya kalau upacara pemakaman orang mati atau prosesi pemakaman tidak layak disebut “Pesta Orang Mati”.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online

Masih belum puas, kemudian saya bertanya lagi kepada Mister Google:”Apa arti kata pesta”

Dan muncullah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, menjawab saya:

pesta/pes·ta/ /pésta/ n perjamuan makan minum (bersuka ria dan sebagainya); perayaan: panen bagi mereka merupakan suatu –;

— bujang pesta mengganti nama bujang yang sudah menginjak usia dewasa;
— dansa perayaan dengan acara berdansa;
— gila cak pesta dansa yang tamu-tamunya berpakaian aneh-aneh (berkedok dan sebagainya);
— kawin pesta merayakan perkawinan;
— kritik perayaan untuk bebas mengkritik suatu masalah yang berkaitan dengan (politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya);
— nikah pesta kawin;
— olahraga perayaan olahraga dengan mengadakan pertandingan berbagai cabang olahraga;
— panen perayaan setelah selesai padi dipotong;berpesta/ber·pes·ta/ v makan minum (bersuka-suka dan sebagainya): hampir setiap hari Minggu mereka ~;berpesta-pesta/ber·pes·ta-pes·ta/ v berpesta;memestakan/me·mes·ta·kan/ v merayakan (hari lahir dan sebagainya) dengan perjamuan makan minum; mengadakan pesta untuk: bibi ~ hari perkawinan anaknya; mereka ~ anaknya yang baru saja menjadi dokter.
….

Dari contoh-contoh pesta di atas, sebagian besar pesta tersebut mengacu kepada perayaan kegembiraan, kecuali pesta kritik dan pesta olahraga. Sehingga saya jadi  bingung kalau upacara pemakaman Orang Mati, kira-kira serupa dengan pesta yang mana ya? Sepertinya tidak ada yang mendekati. Upacara pemakaman bukan perayaan bersuka suka atau perjamuan makan minum.

Sinonim kata “Pesta”

Belum puas juga.  Saya lalu cek persamaan kata “Pesta”

http://m.persamaankata.com/13231/pesta

Persamaan kata dari pesta / sinonim (padanan kata: pesta)

  • acara, perayaan, perhelatan, perjamuan, resepsi
  • festival, hajatan, helat, kenduri, makan besar
  • keramaian, walimah

Mari kita ganti kata “Pesta” dengan sinonim diatas, di depan kata orang mati.

Perayaan orang mati, perhelatan orang mati, perjamuan orang mati, resepsi orang mati, festival orang mati, hajatan orang mati, helat orang mati, kenduri orang mati, makan besar orang mati, keramaian orang mati, walimah orang mati.

Saya kok tidak tega mengucapkannya. Kecuali “Keramaian Orang Mati”, yang ssaya bisa terima sedikit.

Jadi walaupun saya bukan guru bahasa, saya mengambil kesimpulan bahwa tidak layak apabila Pemakaman Orang Mati, Upacara Orang Mati / Meninggal, kita sebut Pesta Orang Mati, atau Pesta Orang Meninggal.

Upacara Pemakaman Dalam Pandangan Saya Sebagai Orang Toraja

Setelah melihat arti kata “pesta” menurut kamus, saya juga akan memberi pandangan yang berbeda, menurut apa yang saya rasakan dan saksikan pada upacara orang meninggal / pemakaman, dari kacamata sebagai orang Toraja asli.

Dihadiri Ratusan Bahkan Ribuan Orang 

Memang pada saat upacara dilaksanakan, ada beratus-ratus bahkan ribuan orang yang menghadiri upacara.  Keluarga punya keluarga punya keluarga punya teman punya tetangga punya kenalan…. atau … teman punya pacar punya sepupu teman bermain waktu kecil…….atau keponakan teman yang tinggal di jakarta yang kenalan waktu pergi rekreasi di Menado… dll……..

hahaha bingung kan? maksudnya itu bahwa tamu yang datang ke upacara pemakaman berasal dari mana-mana, sampai ke hubungan keluarga yang sudah turunan keberapa atau garis keturanan yang sudah susah untuk dijelaskan. Atau hubungan teman yang sudah jauh, bahkan mungkin lebih banyak tamu yang tidak pernah ketemu dengan orang meninggal tersebut atau keluarganya. Dan itulah salah satu kekuatan budaya orang Toraja, yaitu saling mengunjungi ketika ada upacara pemakaman, walaupun kita tidak saling kenal.

Jadi wajar saja kalau upacara pemakaman di Toraja adalah upacara keramaian dan izinnya adalah izin keramaian.

Ajang Reuni dan Perkenalan

Upacara yang berlangsung beberapa hari tersebut menjadi ajang reuni dan perkenalan bagi keluarga besar, teman-teman, dan anggota masyarakat. Sehingga walaupun dalam suasana berduka, semua anggota keluarga menunjukkan keakraban dan kerinduan satu sama lain yang diwujudkan dalam bersenda gurau, berfoto-foto bersama, makan dan minum bersama, janjian memakai baju yang sama dan lain-lain.

"<yoastmark

Dan dengan senang hati turut  bersama-sama mengambil bagian dalam setiap prosesi yang berlangsung.  Intinya adalah saling mengunjungi, memberi bantuan, semangat dan penghiburan.  Jadi walaupun sepintas orang menangkap kesan suasana pesta, itu hanya di permukaan saja dan gagal paham saja, istilah jaman now :-).  (Ingat pengertian pesta di atas yang lebih mengarah keperayaan bergembira.)

Makanan dan minuman tersedia 24 Jam.

 

"<yoastmark

Jadi keluarga menyediakan makanan dan minuman hampir 24 jam kepada tamu yang datang selama upacara, dan juga selama persiapan upacara. Wow, gila, habis berapa banyak itu untuk beli makanan dan minumannya?

Coba bayangkan, keluarga yang datang dari jauh, yang harus tinggal di pondokan sementara berhari-hari selama acara berlangsung. Mereka butuh makanan dan minuman kan? Terus tamu yang datang juga, pasti capek dan lelah, maka wajar sekali kalau disediakan makanan dan minuman untuk mereka.

"<yoastmark

Tapi kalau  puluhan bahkan ratusan kerbau dan babi dipotong. Diapain saja tuh dagingnya? begitu kata teman saya dengan mata terbelalak, mulut menganga, terus memberondong saya dengan pertanyaan sekaligus ketidakpercayaan, keheranan atau kekaguman dia mungkin.

Sekali lagi coba pejamkan mata dan bayangkan. Acara pemakaman yang diselenggarakan selama beberapa hari, dan dihadiri ratusan bahkan ribuan orang setiap hari. Satu kerbau, setelah di olah, bisa dimakan untuk berapa orang ya? hitung sendiri ya. Terus 3x makan dalam sehari, kali berapa hari. Jadi pasti habis dagingnya kan?

"<yoastmark

Selain itu, tamu-tamu yang datang capek-capek ke upacara, meninggalkan pekerjaannya, tidak bisa ke pasar, pulang sore atau malam ke rumahnya, tidak sempat menyiapkan makanan untuk keluarganya, maka alangkah bagusnya kalau ada makanan jadi yang bisa dibawa pulang ke rumah untuk seisi rumahnya, sehingga setelah capek seharian menghadiri upacara pemakaman, akan terbantu kalau ada sesuatu di kantong bawaannya. Pa’bungku’ manasu atau tawa tongkon, nakua solaki (bungkusan makanan yang sudah masak atau daging mentah yang diberikan). Jadi jangan salah gaes, tidak ada makanan yang berlebihan, semuanya di atur sesuai dengan kebutuhan kok.

"<yoastmark

Babi dan Kerbau Mahal Gila dan Banyak Lagi? Itukan Foya-Foya!

Pasti anda berpikir bagaimana caranya mendapatkan banyak babi dan kerbau. Nah, singkat saja, bahwa babi dan kerbau yang dikorbankan selama upacara itu berasal dari berbagai sumber yaitu, dari keluarga inti, dari keluarga besar, dari instansi atau tempat bekerja orang yang meninggal tersebut atau keluarga orang tersebut, dari organisasi masyarakat, dll.

"<yoastmark

Walaupun pada intinya biasanya lebih banyak yang berasal dari keluarga inti dan keluarga besar. Namun perlu diketahui bahwa semuanya itu disesuaikan dengan kemampuan, dan keiklasan. Dan jumlah kerbau atau babi yang dikorbankan itu ada hitungan-hitungannya, tidak asal potong saja.

Masak sih?

Begini loh. Jadi, jauh hari sebelum upacara dilaksanakan, keluarga dan panitia pemakaman, sudah mengatur susunan acara. Memperkirakan secara kasar jumlah keluarga dan tamu yang akan datang. Dan juga perkiraan jumlah makanan yang mesti disiapkan, jadi bisa tahu perkiraan jumlah babi dan kerbau yang akan dipotong pada setiap acara. Jadi jumlah babi dan kerbau yang dipotong itu sesuai dengan kebutuhan.

"<yoastmark

Kalau misalnya ada babi atau kerbau yang tidak dipotong untuk makanan, maka akan disumbangkan kepada masyarakat untuk kepentingan umum. Jadi tidak ada namanya foya-foya, jadi tidak etis disebut pesta.

Berpakaian Seragam, dan Dandan Cantik-Cantik Lagi.

Ini bukan suatu keharusan di dalam upacara pemakaman adat Toraja. Tetapi tentu saja ada maksud baik dari itu.

  • Saya sudah jelaskan di atas bahwa bisa jadi sebagian besar tamu yang datang ke upacara, tidak mengenal secara langsung orang yang meninggal atau keluarga yang berduka dan sebaliknya keluarga yang berduka juga tidak mengenal tamu tersebut. Karena itu ada kalanya keluarga inti dari orang yang meninggal tersebut, menggunakan baju seragam selama upacara, agar mudah dikenali oleh para tamu."<yoastmark 
  • Karena banyaknya tamu, maka diperlukan bantuan panitia untuk mengurus dan melayani tamu. Para panitia lalu menggunakan pakaian seragam agar mudah dikenali oleh para tamu, dan para tamu bisa langsung mendekati orang yang memakai baju seragam untuk meminta bantuan apabila mereka butuh bantuan. Tidak kuatir salah ko’bi’. Salah colek maksudnya 🙂"<yoastmark
  • Tamu adalah Raja dan Ratu. Kalau kita menerima tamu, tentu kita tidak mau kelihatan kucel dan kotor. Tamu akan merasa dihormati apabila kita bisa menyambut mereka dengan pakaian rapi, sopan dan bersih. Sehingga tamu akan merasa nyaman. Jadi bukan karena mau gaya-gayaan seperti pesta maka keluarga dan panitia memakai pakaian seragam. Dan sekali lagi, itu tidak wajib, sesuai dengan kemampuan saja."<yoastmark

NB : untuk yang masih single, ya wajib donk berpakaian rapi dan sopan dan dandan cantik dikit pun boleh. Siapa tahu bisa ketemu dodo di situ. Eh jodoh maksudnya. Dodo = sarung dalam bahasa Toraja 🙂

So, sekarang anda sedikit banyak sudah tahu tentang upacara pemakaman adat Toraja kan?  Mudah-mudahan ada yang sepakat dengan saya, bahwa kurang layak untuk menyebut upacara pemakaman di Toraja sebagai Pesta Orang Mati.

Jadi kalau ditanya dari mana? saya akan menjawab dari Upacara Pemakaman atau Penguburan atau Ma’kaburu dalam bahasa Toraja, atau Dio Mai Pa’ Uai Mata.

Silakan kasih masukan ke saya kalau saya keliru. Atau tinggalkan komentar anda kalau anda punya pandangan lain. Jangan sungkan yo 🙂

Salama’

Baca juga : Proses Menerima Tamu.

 

yosintaparuruk

Naval Architect, Blogger, Youtuber at yosintaparuruk.com
By profession as an naval architect, has spent 15 yearsprofessional works on offshore, marine and shipbuilding business at several international companies, working in some countries. Currentlystarting slowly refrain from managing her projects and shifting to her other passions on social works, health care and natural life.
Founder of Elite Spa & Salon Bali and Soapyme Organic who has interest for natural beauty treatment, natural herbal remedy, natural and organic product,hand made product, ecogreen policy, back to nature campaign, no animal testing product campaign, social works, up cycling and recycling, DIY, interior design,sewing and craft ideas.

Recently starting build up her website www.yosintaparuruk.com, which is focusing on Toraja Culture, her hometown culture. And her youtube: Yosinta Paruruk

To know more about her recent activities and ideas, please visit her
website : www.yosintaparuruk.com

blogs :
http://elitespabali.blogspot.co.id/

http://soapymeorganics.blogspot.co.id/

https://www.facebook.com/elitespasalonbali/?pnref=lhc

https://www.facebook.com/soapymeorganic/?ref=bookmarks

---------

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

12 comments

  • luar biasa perhitungan untuk pengorbanan nya, jika tidak dipotong, maka akan disumbangkan ke masyarakat

    budaya kearifan lokal nya masih kental ya kak … di toraja

    kagum aku dengan kebudayaan dari Indonesia ini

    • Iya mbak. Biasanya diusahakan apabila ada hewan kurban yang tidak habis dipotong untuk makanan, maka hewan kurban tersebut akan di sumbangkan ke masyarakat, dalam kondisi hidup, sehingga bisa dijual untuk menjadi uang kes yang bisa digunakan untuk keperluan dalam masyarakat. Tidak masalah soal jumlah atau besar kecilnya, tapi nilai dan tujuannya yang lebih penting.

    • Iya mbak. Selalu diusahakan kalau bisa Ada hewan kurban yang disumbangkan kemasyarakat, kalau untuk makan tamu sudah cukup.
      Kalau kita bisa mengerti makna dari upacara adat, maka Kita pasti akan kagum dengan kekayaan budaya Kita. Karenanya itu saya tertarik untuk belajar budaya Toraja dan menuliskannya.

  • Wow… Very interesting story from the first place… Seru ya kak upacara pemakaman. Pengin bgts lihat dan moga ada masanya. Kalau makanan disediakan Tyan rumah, bagaimana dgn penginapannya kak? Dan skrg saya lihat upacara ini sudah menjadi atraksi wisata, apakah byk yg jual kuliner juga di tempat pesta?

    • Iya sangat unik upacaranya mbak. Mudah2an suatu saat nanti mbak ada kesempatan untuk mengunjunginya. Keluarga dari jauh Dan tamu2 tinggal di pemondokan sementara yang dibuat di sekeliling lokasi upacara. Keluarga selalu berusaha menyediakan makanan dan minuman untuk semua Tamu. Tapi sering ada satu dua penjual kecil2 yang dirikan tenda untuk jual rokok, minuman ringan dan snacks. Tapi tdk jual makanan langsung untuk wisata kuliner.

    • Iya mbak. Karena biasaanya banyak Keluarga dan Tamu yang datang dari jauh Dan menginap pondokan sementara sekitar lokasi upacara, maka diusahakan makanan dan minuman selalu ada di dapur umum, jadi tidak ada orang yang tidak makan dan minum. Tapi makanan dan minuman disediakan seperlunya saja, dan tidak berlebihan atau bermewah-mewah. Makanan standard saja.

    • Intinya yaitu keiklasan dari keluarga, kerabat dan masyarakat. Bukan soal besar kecilnya upacara Dan besar kecilnya dana yang dipakai. Apapun yang dilakukan iklas akan terasa ringan. Dan tidak boleh dipaksakan. Sesuai kemampuan saja.

  • Yang suka menyebut pesta siapa ya mbak? Orang Toraja sendiri apa orang yang bukan Toraja? Upacara pemakaman toraja luar biasa sekali ya. Saya yakin biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Orang batak juga mengeluarkan banyak uang kalau pemakaman, bisa mencapai 100jt jika di pestakan. Kalau kami memang ada pesta untuk orang yang meninggal dianggap sudah tua dan sudah menikahkan semua anaknya. Artinya dia dianggap pergi tanpa beban

    • Orang luar Toraja dan kadang ada juga orang Toraja sendiri yang bilang pesta. Dan kalau pemakaman orang Toraja yang dilakukan dalam prosesi adat yang panjang, memang memerlukan biaya yang besar. Namun terasa ringan, karena bantuan dari seluruh kerabat dan juga masyarakat setempat, saling membantu agar upacara berlangsung dengan baik. Itulah salah satu budaya orang Toraja yang membuat ikatan kekeluargaan sangat kuat.

Leave a Reply