Perjalanan panjang, mahal dan menguras energi untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai

LIVE IN DUBAI
Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai
Sertificate of Completion – Diberikan bersama Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai

Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai. Hello saya Yosinta Paruruk. Kalau anda sudah pernah membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya, Anda mungkin sudah kenal saya. Hehehe…Kali ini saya akan membagikan perjalanan panjang saya, mahal dan menguras energi untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai.

Ya, saya bukanlah siapa siapa. Bukan penulis hebat atau reporter atau seseorang yang banyak tahu tentang Dubai. Ketika saya menulis tulisan ini, saya baru 4 bulan lebih pindah ke Dubai, UAE. Belum tahu banyak tentang kehidupan di Dubai. Tapi tak apa.  Itu tidak menyurutkan niat saya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan Anda. Semoga ada manfaatnya.

“Ketika saya merasa diri saya sudah jago, ahli atau sudah berpengalaman, maka disitulah awal dari air mata saya”

Tulisan ini adalah tulisan saya yang ke-2 tentang pengalaman mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM), di Dubai. Tulisan pertama saya tentang persyaratan untuk mendaftar kursus mengemudi, bisa di baca dengan klik di sini.

Saya bersyukur, saya sudah menyelesaikan kursus mengemudi saya di Dubai dan mendapatkan SIM Dubai, persis 4 bulan setelah saya datang di Dubai. Saya bahkan sempat terkejut melihat response instruktur saya dan beberapa orang yang agak kaget mengetahui bahwa saya baru pindah ke Dubai. Mungkin karena termasuk cepat mengurus SIM saya. Wah, syukurlah kalau begitu….

Pernah mau berhenti di tengah jalan waktu mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai

Namun tahukah anda, saya sempat sangat kecewa dan hampir-hampir berhenti mengikuti kursus? Sempat menangis Bombay karena gagal test? Untuk mendapatkan SIM Dubai, saya mesti ikut kursus mengemudi lagi di Dubai walapun saya sudah mengemudi di Indonesia selama 17 tahun lebih. Dan itu mesti melewati beberapa tahapan test yang susah, ribet, panjang, mahal dan memakan waktu banyak, dan bikin stress.

Ya, tidak banyak orang yang tahu hal itu.  Dan sebelumnya, ini merupakan salah satu rahasia terbesar saya dengan suami saya :-). Saya sudah wanti-wanti suami saya supaya tidak menceritakan sama keluarga saya atau teman-teman kami. Saya awalnya malu karena harus mengulang test. Jadi tolong jangan beritahu siapa-siapa. Karena kali ini saya ingin membocorkannya kepada Anda. Boleh? 🙂

Lama pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai saya memakan waktu sampai 3 bulan

Keluarga dan teman-teman saya dari Indonesia selalu heran dan hampir tidak percaya, waktu saya bilang saya menghabiskan waktu 3 bulan untuk mendapatkan SIM Dubai saya. Tidak, mereka tidak salah. Karena di Indonesia masih sangat gampang untuk mendapatkan SIM.  

Lalu kenapa saya bisa sampai 3 bulan baru mendapatkan SIM? Bayangkan saja saya mulai mendaftar dari tanggal 7 Maret 2019 dan mendapatkan SIM pada tanggal 30 Mei 2019. Bahkan bisa lebih lama lagi sebenarnya, kalau saya tidak sempat ngotot sama pegawai tempat kursus saya.

Ada beberapa murid kursus yang saya temui, belum selesai juga kursusnya walaupun sudah hampir setahun. Alasannya karena memang agak susah.

Nah, anda tentu sedikit penasaran sekarang, kenapa sampai lama begitu?

Baiklah… saya bocorkan deh cerita pilu saya mengurus SIM :-)(lebay).

Mengenal Drive Dubai lewat media sosial

Saya orang baru Di Dubai, jadi saya mencoba ikut ke grup facebook orang Indonesia di Dubai. Saya tanyakan di grup, info tempat kursus mengemudi. Senang sekali ternyata ada Pak Riza Tabrani, orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Dubai, yang memberitahu saya bahwa di dekat tempat tinggal saya ada counter Drive Dubai. Dubai Drive adalah salah satu lembaga kursus mengemudi di Dubai . Thanks Pak Riza.

Dapat info dari Pak Riza, saya lalu ke counter Drive Dubai di Carrefour MotorCity. Petugasnya memberi tahu saya persayaratan apa saja yang saya mesti siapkan. Kalau mau tahu persyaratan yang diperlukan, silakan baca tulisan saya sebelumnya di sini. Singkat cerita saya kembali lagi ke sana membawa semua berkas saya dan mendaftar pada tanggal 7 Maret 2019.

Kursus mengemudi mobil di Dubai yang sangat melelahkan.

Berikut adalah proses panjang dan melelahkan mengikuti kursus mengemudi di Dubai. Mudah-mudahan bisa jadi referensi bagi yang akan mengurus SIM di Dubai.

Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai
Tanya jawab theory test

Tahapan awal mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai, masih gampang

1). Pertama-tama yaitu membayar biaya pendaftaran di counter, untuk mendapatkan nomor registrasi Drive Dubai. Drive Dubai lalu mendaftarkan file saya ke RTA (Road Transport Authority), agar saya bisa mendapatkan Trafic File Number dari RTA. Saya juga mendapatkan satu rangkap fotocopy tanya jawab theory mengemudi untuk dipelajari di rumah.

2). Belajar sendiri di rumah mengenai Theory Mengemudi. Baca berulang-ulang kali soal tanya jawab yang diberikan, sampai hampir hapal. Dan ternyata itu juga yang di tanyakan waktu Theory Test.

3). RTA lalu mengirimkan SMS ke saya untuk memberitahu Trafic File Number saya di RTA. Itu saya pakai untuk login masuk ke website RTA. Setelah login ke RTA website, saya mesti mendaftar untuk mengikuti kelas online tentang Theory Mengemudi yang disebut Theory Lectures.  

Ada delapan kelas atau materi yang mesti dibaca, didengarkan dan ditonton videonya. Materinya dalam Bahasa Inggris. Setiap selesai satu materi, saya mesti mengklik sebuah tombol untuk pindah ke materi selanjutnya. Dan saya akan mendapatkan SMS konfirmasi bahwa saya sudah menyelesaikan sesi tersebut.

Test pertama untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai adalah Teory Test

4). Sudah selesai dengan 8 sessions, dan sudah mantap mau ikut Test Teory, saya lalu minta bantuan ke petugas di Drive Dubai, untuk mendaftarkan saya untuk mengikuti Mock Up Theory Test. Ini adalah simulasi test, agar kita bisa tahu, bagaimana test sebenarnya akan dilakukan. Jadwalnya mesti saya booking terlebih dahulu. Saya juga menelpon supir mobil angkutan siswa, agar menjemput saya pada hari test saya.

5). Datang ke Kantor Drive Dubai dan mengikuti Mock up Test. Kalau tidak salah ingat, dari 40 soal,  saya menjawab benar 36 soal. Jadi persentasinya sudah lumayan bagus untuk ikut test sebenarnya. Maka hari itu juga, saya lalu booking untuk Theory Test, dan dapat slot pada tanggal 25 Maret 2019. Semua sesi kursus mesti dibooking sebelumnya, dan minimal 3 atau 4 hari ke depan baru bisa dapat jadwal.

6). Mengikuti Theory Test, dengan hasil 39 benar dari 40 soal. Jadi dinyatakan lolos. Testnya adalah essay yang dikerjakan di komputer, dan hasilnya langsung di kasih pada saat selesai test.

Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai
Hasil Theory Test

Masuk ke latihan mengemudi yang sebenarnya

7). Karena sudah lolos Theory Test, maka saya lalu mengikuti Assessment Test. Saya di suruh mengemudi di dalam komplek arena latihan dan juga sedikit ke jalan raya. Examiner atau penguji,  duduk di samping saya dan membuat penilaian apakah kemampuan mengemudi saya memenuhi standard untuk ikut di kelas yang saya pilih. Hasilnya saya dinyatakan PASS dengan keterangan Good – Stage 2.

8). Selanjutnya adalah booking hari praktek mengemudi. Praktek mengemudi dengan seorang Instuktur tetap diadakan sebanyak 6 kali latihan, masing-masing 2 jam per latihan. Latihan ke-1 dimulai tanggal 27 Maret 2019 sampai latihan ke-6 pada tanggal 17 April 2019.

Road Assessment Test

9. Setelah selesai 6x praktek, berikutnya adalah Road Assessment Test. Seorang penguji akan duduk disamping saya, dan saya mengemudi sesuai dengan perintah beliau. Setelah itu beliau mengeluarkan hasil test saya. Di sinilah mata saya sudah mulai berkaca-kaca. Instruktur latihan saya mengatakan bahwa kemampuan mengemudi saya sudah bagus, apalagi sudah pernah mengemudi sebelumnya. Namun penguji saya bilang bahwa saya banyak kesalahan, ini-itu, tidak boleh begini-begitu, mesti belajar lagi.

Nada bicaranya membuat saya down karena seperti memberikan kesan bahwa kemampuan mengemudi saya sangat payah. Padahal saya sudah mengusahakan yang terbaik dan menurut saya kemampuan mengemudi saya tidak sebegitu buruknya. Walaupun akhirnya dia menyatakan saya Pass, tapi dia bilang sebaiknya saya ikut latihan tambahan sebelum maju ke RTA test.

10). Petugas yang membuat booking jadwal latihan, lalu menyarankan saya untuk ambil 1 kali kelas tambahan. Akhirnya saya menurut. Tapi saat saya datang untuk kelas tambahan tersebut, instruktur saya bilamg, sebenarnya tidak perlu ikut kelas tambahan, toh hasilnya pass. Mestinya saya langsung maju ke test berikutnya yaitu Parking Test. Tapi karena sudah dibooking, ya saya ikut lagi latihan tambahan tersebut.

Dan setelah latihan tambahan selesai, lalu saya booking untuk Internal Parking Test atau disebut Yard Assessment Test. Untuk kelas tambahan tersebut saya mesti bayar lagi AED 120, untuk 1 x 2 jam latihan.

Parking Test Internal dan dengan RTA

11). Yard Assessment Test adalah test cara memarkir kendaraan. Ada 5 macam test yang mesti dilalui. Seorang penguji dari Drive Dubai, mula-mula mengemudi mobil testnya, dan saya duduk di sampingnya. Beliau memperlihatkan cara mengikuti testnya. Setelah itu, beliau keluar dari mobil, dan saya lalu mengemudikan mobilnya seperti arahan beliau. Saya mesti mengemudi di dalam jalur yang sudah diberi tanda atau garis dan melewati sensor-sensor yang dipasang di jalan.

Mengikuti aba-aba yang diberikan dari alat yang terpasang di dalam mobil, saya melakukan 5 macam parking test. Mobilnya juga dipasangi kamera, dan disambungkan ke komputer. Jadi apabila saya berhenti atau parkir di luar dari tanda yang sudah dipasang, maka sensor dan kamera akan mendeteksi langsung, maka saya akan gagal. Untung saya dinyatakan pass Yard Assessment Test. Sehingga saya lalu booking RTA Parking Test.

12). RTA Parking Test, adalah test parkir yang sama dengan sebelumnya, tapi diawasi oleh petugas dari RTA. Melihat baju jubah putih dan sorban putih di kepala mereka, sudah deg-degan sendiri. RTA sangat ketat dan tidak ada kompromi sama sekali. Mereka tidak peduli sudah berapa kali kita gagal test, kalau tidak benar menurut mereka, maka sampai 10 kali pun mesti mengulang lagi. Dari 5 macam test, saya dinyatakan lolos 2 test dan mesti mengulang 3 test yang gagal.

Penyebab gagal test parking

Penyebab saya gagal adalah, pada saat mau keluar dari tempat parkir, mestinya saya harus geser dulu kopling ke posisi mundur agar kamera bisa aktif. Pada saat kamera sudah aktif, petugas akan bisa melihat saya, waktu saya menoleh untuk mengecek ke samping mobil. Tapi sayangnya, saya duluan melihat ke samping mobil, lalu saya menggeser kopling ke posisi mundur. Jadi waktu saya menengok ke samping mobil, itu tidak kelihatan di camera dan dianggap gagal.

Kalau kita ada yang gagal pada saat RTA test, maka kita tidak bisa langsung mengikuti test ulang. Kita diwajibkan untuk mengambil kelas parkir tambahan 2x latihan selama 2 jam. Setelah itu baru bisa booking lagi untuk test kedua. Biaya untuk kelas parkir tambahan adalah AED 439.5

13). Setelah kelas parkir tambahan, saya ikut lagi RTA Parking Test yang kedua, dan lolos akhirnya. Oh yah, ternyata hanya satu atau dua orang saja yang bisa lolos parking test dalam sekali test. Kebanyakan 2 atau 3 kali test, baru lolos. Dan setiap kali gagal, mesti ikut kelas tambahan lagi dan bayar lagi.

Latihan mengemudi di jalan tol

14). Proses selanjutnya adalah latihan mengemudi bersama instruktur,  1x 2 jam untuk mengemudi di jalan umum yang ramai (1 jam) dan mengemudi di jalan toll ( Highway ) selama 1 jam.

Final RTA Test ke-1: Gagal

15). Test terakhir adalah Final RTA Test. Pada hari test, saya mesti datang 30 mnts sebelum test dimulai, dan menunggu petugas RTA datang. Kemudian petugas RTA akan memanggil dua orang peserta test untuk ikut beliau mengikuti test bersamaan.

RTA duduk di depan di samping saya. Saya mengemudikan mobilnya. Mula-mula saya mengeluarkan mobil dari tempat parkir kemudian mengemudi ke jalan raya sekitar 9 menit. Kemudian di gantikan oleh peserta test yang satunya. Beliau mengemudi sekitar 9 menitan juga,  lalu balik ke tempat parkir. Dan hasilnya kami berdua dinyatakan GAGAL.

Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai
Assessment result

Saya melihat hasil test saya, dengan kesalahan 10 sementara maksimal 12 kesalahan masih bisa lolos. Berarti seharusnya saya bisa lolos. Tapi pengujinya menyatakan saya gagal karena satu kesalahan besar.

Penyebab gagal test RTA ke-1

Ketika saya tiba di persimpangan T, saya mau masuk ke jalur lurus/utama.  Saya mula-mula berhenti, melihat ke kiri dalam keadaan sepi/tidak ada mobil, kemudian melihat ke kanan, juga tidak ada mobil. Lalu saya mulai mau maju. Tapi pada saat itu saya melihat sebuah mobil datang dari arah kiri, sehingga saya menginjak rem lagi dan tidak jadi memotong jalan.

Penguji saya berpikir saya akan terus maju, sehingga dia juga ikut menginjak rem. Akhirnya dia anggap itu kesalahan besar , istilahnya Immediate Fail. Dan beliau langsung kasih 3 point untuk satu kali kesalahan tersebut. Padahal saya sudah injak rem duluan. Tapi tetap salah, karena penguji juga injak rem.Itulah penyebab saya gagal.

Saya sempat memprotes ke pengujinya (tentu saja dengan cara yang sopan), dan akhirnya pengujinya bilang “ Next time you will pass”. Jengkel sekali dalam hati saya, protes, tidak terima. Akhirnya keluarlah air mata saya setelah tiba di rumah. Untung suami saya bisa mengerti dan kasih dorongan untuk semangat ikut tes lagi.

Dia tahu, saya orangnya tegas, dan pasti protes kalau saya merasa benar. Tapi tidak ada gunanya untuk protes. Beliau malah terbawa terbahak-bahak melihat muka saya yang murka dan benar-benar bad mood, waktu beliau sudah tiba di rumah. Tapi tetap saja saya benar-benar menangis waktu itu :-).

Sudah capek sekali pergi kursus dan suhu udara diluar sudah panas sekali. Hampir setiap kali pulang kursus, saya akan migran. Dan kalau sudah migran, maka saya tidak akan bisa melakukan apa-apa, bahkan kadang  kepala saya masih sakit sampai keesokan harinya.

Ego dan merasa sudah jago, membuat sedih karena gagal

Selain itu ego saya juga pasti sangat besar. Saya tidak bisa terima bahwa saya sudah begitu lama mengemudi tapi ternyata masih banyak salahnya. Sudah merasa jago, ahli , itulah pasti penyebabnya kenapa saya jengkel waktu gagal tes.

Kepikiran juga uang yang mesti saya keluarkan lagi. Campur aduk, jadi membuat saya benar-benar bad mood. Suami saya lalu mengingatkan saya agar jangan jadi Bad Looser. Dan saya bersyukur atas ajaran tersebut. Saya mesti belajar lagi menerima kekalahan dan tidak selalu mau menang. Thanks hubby 🙂

Final RTA Test ke-2 : GAGAL lagi

16). Singkat cerita, saya mesti ambil lagi kelas tambahan 2x 2 jam, dengan membayar EAD 870. Setelah itu saya booking lagi test ke-2.

17). Test ke-2, kembali saya gagal. Kesalahan saya adalah pada saat saya mulai pindah jalur, saya tidak melihat kekaca spion di depan, sebelum mulai berpindah jalur. Untung saya sudah siap mental jadi tidak menangis lagi setelah pulang ke rumah. Tapi tepat sedih dan kecewa.

Kesalahannya sangat kecil menurut saya, bukan kesalahaan fatal tapi tetap juga Failed. Tapi penguji pasti lebih tahu dan benar dan beliau ingin memastikan keselamatan saya sendiri pada saat mengemudi nantinya. Jadi saya bayar lagi EAD 870 dan mengikuti 2x 2 jam kelas tambahan lagi.

Oh yah, pada hari saya ikut Final RTA Test yang ke-1, dari 8 orang perempuan yang ikut test, hanya 1 orang yang lolos, dan itu adalah test ke-2nya. Pada waktu test ke-2 saya, di pagi hari yang sama ada,  6 orang yang ikut test dan cuma 1 yang lolos.

Faktor keberuntungan dan suasana mood penguji pasti ada sedikit pengaruhnya.

Pengujinya selalu laki-laki dan orang yang sama untuk menguji dalam sehari itu, tapi berbeda penguji waktu saya ikut test ke-1 dan penguji test ke-2. Jadi boleh di bilang hanya orang yang  benar-benar jago dan beruntung yang bisa lolos dalam sekali test. 90% peserta test pernah gagal dan kebanyakan gagal 2 kali, tapi ada juga yang 3x bahkan lebih.

Ketika saya tanya instruktur saya, bagaimana trik-triknya supaya bisa lolos, beliau bilang, “Usahakan saja yang terbaik kamu bisa, dan selanjutnya factor keberuntunganmu”.  Tentu saja hasil test sangat subjektif, tergantung dari penilaian pengujinya. Bisa jadi cuma kesalahan kecil, tapi pengujinya tidak mau toleransi, dan penguji lain bisa menerimanya.

Sebagai manusia biasa, tentu juga sedikit dipengaruhi oleh hati, perasaan atau mood si penguji. Jadi yang penting iyalah lakukan yang terbaik dan hasilnya urusan kedua. Tapi saya sudah bisa berpikir positif, bahwa beliau tahu yang terbaik buat murid kursus dan sebenarnya kalau dinyatakan gagal, si murid juga beruntung. Karena akan mendapatkan tambahan latihan, sehingga pasti lebih bagus lagi mengemudinya.

Final Test RTA ke 2 : Lulus!

18). Test ke-3, saya sudah benar-benar siap mental, pasrah dan berpikiran positif. Dan kali itu pengujinya sangat tenang ketika memberi komando, sama sekali tidak pernah protes. Hanya sekali bertanya ke saya, apa sudah pernah mengemudi sebelumnya, dan saya jawab iya. Dan dia tanya lagi, di negara mana dan berapa lama. Selebihnya dia diam saja.

Dan ketika selesai test pun, dia sangat ramah memanggil nama saya dan peserta yang satunya lagi, dan bilang “ you both pass”. FINALLY…. Bisa anda bayangkan bagaimana senangnya saya dan rasanya lega sekali, hilang beban. Malam harinya langsung dirayakan dengan makan-makan bersama suami 🙂

Akhirnya dapat Certificate dan Stiker NEW DRIVER dan Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai

Certficate of Completion

Setelah dinyatakan lulus, maka saat itu juga, saya mesti menunggu petugas administrasi Drive Dubai untuk mengecek file saya.  Kemudian saya diberi pengantar untuk dibawah ke Kantor RTA. Di kantor RTA, saya menyerahkan dokument saya, dan memperlihatkan ID emirates saya. RTA lalu mencetak SIM saya dan menyerahkannya kepada saya.

Kemudian saya balik lagi ke kantor Drive Dubai. Kantor RTA berada di gedung yang sama dengan kantor Drive Dubai. Cuma beda pintu masuk dari luar gedung. Dari Drive Dubai, saya memperoleh Certifikat kelulusan dan sebuah stiker kuning bertuliskan NEW DRIVER. Stiker ini mesti saya tempel di mobil saya selama paling kurang enam bulan, diawal saya mengemudi di Dubai.

“ Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”

Nah, capek kan membaca tulisan saya. Apalagi saya yang mesti menjalani semua itu. Tapi saya ingat pepatah lama tersebut di atas. Kini saya sudah melewati proses panjang tersebut dan dengan SIM Dubai saya, sekarang saya sudah mengemudi sendiri di Dubai dan daerah UAE lainnya.

Walaupun hampir menyerah di tengah jalan, kini saya sangat bersyukur sudah menyelesaikan proses yang melelahkan tersebut.  Ada banyak pengalaman yang berharga yang saya alami selama mengurus SIM di Dubai.

Berapa total biaya yang saya keluarkan untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) Dubai ?

Berikut ini saya akan kasih perinciannya:

1). Biaya untuk menterjemahakan SIM Indonesia saya ke Bahasa Inggris = AED 350

2). Biaya untuk test penglihatan (mata) = AED 140

3). Biaya fotocopy document = AED 29.5

4). Biaya Pendaftaran = AED 105

5). Biaya kursus = AED 4654.5 ( Paket standard )

6). Biaya untuk antar jemput oleh Drive Dubai selama kursus = AED 262.5

7). Biaya taxi (1 x mesti naik taxi pergi kursus) = AED 60

8). Biaya kelas tambahan setelah Yard Assessment Test = AED 126

9). Biaya kelas tambahan karena gagal RTA Parking Test = AED 439.5

10). Biaya kelas tambahan karena gagal Final RTA Test = AED 870 x 2 = AED 1740

Jadi total AED 7,907 atau setara RP 30,751,343.93. Mahal sekali kan? Bisa untuk uang DP sebuah mobil di Indonesia. Di Dubai uang segitu hanya untuk mendapatkan SIM. Jadi tidak heran kalau tidak semua orang mau membuat SIM Dubai, kecuali kalau untuk kebutuhan kerja, atau memang mesti mengemudi.

Saya mesti mengurus SIM, karena saya tidak tahan untuk berada di bawah sinar matahari langsung atau berpanas-panas. Karena spontan saya akan sakit kepala berat yang bisa sampai berjam-jam lamanya bahkan seharian. Waktu baru datang ke Dubai, saya suka jalan-jalan pakai bus dan metro. Sangat nyaman, Namun sekarang suhu udara di Dubai mulai sangat tinggi, rata-rata 42 ke 44 derajat celcius di siang hari. Sehingga mau tidak mau saya mesti mengemudi sendiri.

Tips yang penting diketahui sebelum mengikuti kursus mengemudi di Dubai

Dari pengalaman saya tersebut, ada beberapa hal penting yang mau saya sampaikan, agar dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengurus SIM Dubai.

1). Pilih tempat kursus yang dekat dari tempat tinggal Anda, supaya bisa hemat tenaga, hemat waktu, hemat uang.

2). Cari tempat kursus yang menyediakan fasilitas antar jemput. Pasti dibayar, tetapi biayanya akan jauh lebih murah, dari pada pakai transport sendiri.

3). Ambil paket yang tidak menyuruh anda untuk membayar lagi biaya tambahan apabila gagal test. Pastikan bahwa paket tersebut berlaku tidak terbatas anda gagal di test yang mana dan biarpun berkali-kali gagal, tetap tidak akan membayar biaya tambahan. Jadi lumpsum paket.

Dari hasil pengamatan saya, jarang sekali ada orang yang bisa lolos dalam sekali test. Seperti yang saya sudah jelaskan di atas. Kalau gagal berkali-kali, maka biaya tambahan bisa jadi sangat besar. Selain itu rasanya tertekan dan selalu kuatir jangan sampai gagal, karena mesti bayar lagi.

Anda sudah yakin kemampuan mengemudi anda sudah bagus sekali, silakan ambil paket dasar. Tapi sebaiknya siapkan saja anggaran cadangan yang cukup, seandainya gagal.  Jangan juga terlalu takut. Ada juga orang yang bisa lolos sekali test. Bukan tidak mungkin. Dan siapa tahu anda salah seorang yang beruntung!

4). Mendaftar kursus pada saat anda tidak ada rencana untuk keluar Dubai dalam jangka waktu sekitar 3 bulan. Misalnya ada rencana untuk pergi liburan atau pulang ke Indonesia dalam jangka waktu dekat, maka sebaiknya ditunda mendaftarkan kursusnya atau tunda liburannya. Karena masa waktu berlakunya permit untuk belajar adalah 3 bulan saja. Kalau anda tidak menyelesaikannya dalam 3 bulan, maka permitnya expiry dan harus diperpanjang dan dibayar lagi.

5). Bagi yang sedang terikat pekerjaan, maka pastikan mendapatkan persetujuan dari atasannya sebelum mendaftar. Jadwal kursus tidak menentu harinya dan tidak bisa di prediksi berapa lama waktunya.

6). Kalau memiliki anak kecil yang dititip ke baby sister yang dibayar perjam, maka sebaiknya dipertimbangkan untuk menambah waktu jaga, sampai anda bisa sampai di rumah kembali. Karena kalau menggunakan mobil antar jemput, dan kebetulan banyak murid yang bersamaan pulangnya, maka waktu untuk tiba di rumah bisa sangat lama dan tidak menentu. Apalagi kalau lokasi anda adalah lokasi yang paling jauh, maka mobilnya akan putar-putar dahulu sebelum mengantar anda pulang ke rumah.

7). Telepon supir mobil antar jemput paling lambat 2 jam sebelum jadwal latihan anda agar tidak terlambat di jemput. Dan usahakan sudah menunggu sebelum mobil jemputannya datang.

8). Pada hari anda akan mengukuti test, sebaiknya pilih waktu test yang agak siang, kalau mau dijemput oleh mobil antar jemput. Sopir mobil antar jemput tidak mau menjemput, kalau dia tahu kita akan mengikuti test pagi-pagi. Karena beliau takut kita terlambat, karena satu dan lain hal. Kalau kita terlambat maka dianggap gagal test. Dan mesti membayar untuk test penggantinya. Sehingga sopir mobil tidak mau ambil resiko.

Kalau jadwalnya cuma bisa pagi-pagi, maka sebaiknya pakai taksi dan perkirakan sudah harus berada di lokasi minimum 30 mnt sebelum test.

9). Siapkan mental anda untuk kemungkinan terburuk gagal test. Jadi tidak kecewa lagi pada saat gagal. Kuncinya jangan pernah merasa anda sudah bisa mengemudi, walaupun memang sudah pernah mengemudi. Kalau sudah ambil paket lumpsum maka pergunakan sebaik-baiknya kelas tambahan yang dikasih. Di setiap kelas tambahan, anda pasti mendapatkan ilmu yang baru.

Akhirnya, saya harap tulisan saya ini bisa memberi manfaat. Dan saya doakan agar anda yang mau mengurus SIM Dubai bisa dipermudah urusannya. Kalau ada yang mau di tanyakan atau mau share pengalamannya, silakan tinggalkan kommen.

Subscribe, like dan bagikan tulisan ini, kalau anda pikir mungkin berguna. Thank you and bye bye for now.

Salam berbagi.

Indonesian in Dubai

yosintaparuruk

Naval Architect, Blogger, Youtuber at yosintaparuruk.com
A Naval Architect by profession, I have spent 18 years as a professional working on Offshore, Marine and shipbuilding projects at several international companies, working in various countries. Currently starting to slowly withdraw from managing my projects and shifting to my other passions like social works, health care and nature.
I also have interest in natural beauty treatment, natural herbal remedy, natural and organic product,hand made product, ecogreen policy, back to nature campaign, no animal testing product campaign, social works, up cycling and recycling, DIY, interior design, sewing and craft ideas.

Recently started to build up my website www.yosintaparuruk.com, which is focusing on Toraja Culture, my hometown culture and stories about my life in Dubai. My youtube: Yosinta Paruruk

To know more about my recent activities and ideas, please visit my website: www.yosintaparuruk.com

and my hobby on sewing website:
https://jahittanpapola.com/

https://www.facebook.com/elitespasalonbali/?pnref=lhc

Instagram: Yosinta Paruruk
Twitter: Yosinta Paruruk

---------

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

6 comments

  • Sebelumnya, saya mau ucapin selamat karena akhirnya mbak mendapatkan SIM Dubai. Hooray!!! 👏👏👏 Saya inget, perjalanan sepanjang ini juga dialami suami saya wkt mendapatkan SIM Dubainya. Hampir 10rb dhs kami habiskan plus air mata dan doa yg tak putus2. Berbeda dgn pengalaman saya yg mendapatkan SIM di Abu Dhabi. Alhamdulillah berhasil lewat golden chance dgn wkt krg dari 1,5 bln. Jadi ngga ngabisin byk wkt dan hanya membayar ga sampai 1500 dhs. Mgkn spt byk org blg, SIM Dubai itu lbh sulit mendapatkannya dibandingkan SIM Abu Dhabi. Tapi bersyukur bgt akhirnya dpt SIM UAE dan jadi salah satu batch terakhir yg SIM pertamanya berlaku 10 thn. Happy dan safe driving mbak..

    • Wah, beruntung sekali ya mbaknya. Sepertinya Dubai memang lebih ketat dan lebih mahal. Sekarang untuk harga dasar saja sudah 4650 dirham, belum bayar lain2nya dan kalau gagal. Dan kayaknya tidak ada lagi golden chance. Tapi syukur sudah lewati dan dapat SIMnya. Thanks ya ucapannya. Ngomong ngomong tinggal di Dubai atau Abu Dhabi? bagaimana pengalamannya menyetir sekarang di UAE. Pernah dapat denda ngak? 🙂

  • Saya di Abu Dhabi mbak. Nyetir di sini seru. Apalg klo balap2an sama mobil2 besar yg sebel liat mobil2 kecil di jalur cepat. Semakin di kasih flash light, makin nambah adrenalin. Haha.. Tapi sejak speed limit di abu dhabi as it is, hrs lbh rajin ngapalin speed limit tiap daerah. Sekalian ngapalin posisi kamera. Takut kena speeding. So far, baru dua kali kena fine. Yg satu krn ga ngeh mrk ganti speed limit krn road work, yg satu parking fine krn parkir di parkir residence di atas jam 9 malam. Abis parkirnya di depan mall. Jd ngga ngeh. Hati2 bgt mbak saya klo mslh fine. Sayang duit nya. Huhu… Keep writing ya. Blog nya informatif..

    • Iya ya mbak, katanya di Abu Dhabi ketat speed limitnya. Kalau di Dubai kebanyakan masih di atas speed limit. Tapi tetap mesti hati-hati. BTW, thanks ya sudah lihat blog saya. Baru belajar menulis sih. Dan berusaha supaya tulisan saya bisa berguna untuk sharing informasi kepada sesama orang Indonesia di UAE. Mudah-mudahan bermanfaat. Keep in touch ya. Siapa tahu bisa ketemu satu waktu. Salam.

  • Hallo, salam kenal..

    Makasih banyak informasi nya, sangat berguna tuk saya yg baru pindah 2minggu di dubai 😁😁
    Pelan2 saya akan baca smua isi blog nya hihihi

    Semoga saya punya keberanian tuk bikin sim disini (pdhl d jkt udh nyetir hampir 20 tahun 🙄🙄

    xoxo

    • Hello Dessy, salam kenal juga.
      Trima kasih juga ya, sudah mampir di website saya. Selamat datang di Dubai. Saya juga baru 5 bulan di Dubai. Banyak hal yang bikin kaget, makanya saya rajin baca-baca. Dan saya pikir mungkin banyak juga orang kita yang belum tahu banyak tentang Dubai, jadi sekedar sharing-sharing saja. Syukurlah kalau bisa bermanfaat.
      Oh yah, jangan kuatir untuk ikut kursus. Kalau rencana mau tinggal di Dubai dalam jangka waktu lama, lebih baik langsung ambil kursus secepatnya. Memang susah tapi pasti lulus dan banyak senangnya setelah dapat SIMnya. Saya juga nyopir 17 thn lebih, tapi tetap seperti belajar dari nol. Ayo, ikut kursus saja, jangan takut.
      Salam sejahtera.

Leave a Reply