Pension Plan, Stay Home Challenge No. 9

LIVE IN DUBAI
Pension Plan

Dubai 22 April 2020

Pension Plan . Apakah anda memiliki Pension Plan? Sreeett… mungkin anda akan tersentak dengan pertanyaan tersebut. Pension Plan? Rencana setelah pensiun? ohh masih jauh dan belum terpikir sama sekali. Atau maksudnya dana pensiun? Lah, kita yang kerja swasta, mana mungkin ada dapat pensiun. Atau maksudnya tabungan untuk masa pensiun? Boro-boro untuk ditabung, untuk makan saat ini saja, masih pontang-panting. …Maaf ini bukan topik yang menarik untuk di baca, mungkin itu muncul di benak anda.

Tapi yah, senang atau tidak, memang sebaiknya kita memikirkan tentang masa depan. Berhemat dan menabung kalau ada sisa uang belanja, tentu akan membantu ketika umur tidak produktif lagi.

Tapi tunggu dulu ya…Di sini saya tidak akan bercerita tentang Pension Plan saya dalam arti yang sebenarnya, seperti di atas. Pension Plan yang saya maksud di sini adalah, pekerjaan atau rencana atau kegiatan yang saya mau lakukan, namun selalu saya tunda-tunda. Alasan menunda bisa karena malas, bukan waktu yang tepat, tidak ada dana, atau karena ada faktor penunjang lainnya dari luar, yang tidak bisa saya kontrol sendiri. Dan ada banyak penyebab lainnya.

Jadi yang saya dan suami saya mengartikan pension plan, adalah rencana atau janji yang belum dilakukan atau diselesaikan. Nah, apakah anda juga memiliki pensiun plan? Kalau merasa tidak punya, maka coba ingat-ingat, apa rencana dan hal-hal yang ingin anda kerjakan namun belum terlaksana. Nah, pasti ada kan?

Doing What I want when I want

Saya sendiri memiliki beberapa pension plan. Mau mengecek stock obat-obatan, merapikan file project, mengedit stock video-video saya untuk upload di youtube, menghapus foto dan video-video di hp kecil saya yang sudah full memorinya, membuat back up file untuk bahan kursus menjahit online saya, membayar kekurangan bayar project renovasi usaha, dan ada beberapa hal lainnya.

Do What I want when I want (Lakukan apa yang saya mau ketika saya mau) adalah karena kemalasan, dan paling sering menjadi penyebab saya menunda-nunda pekerjaan. Dan kini, waktu terkurung karantina di rumah, adalah waktu paling bagus untuk menyelesaikan pension plan tersebut. Tidak ada alasan tidak punya waktu, atau capek atau malas. Jadi saya niatkan untuk menyelesaikan semua pension plan yang saya bisa selesaikan selama masa karantina ini, sebagai bagian dari challenge harian saya, selain menjahit dan belajar memasak.

Saya mulai pagi ini, menghabiskan beberapa jam memindahkan semua foto dan video di hp kecil saya, masukkan ke laptop, lalu sortir dan buang yang tidak perlu. Akhirnya hp jadul saya itu bisa berfungsi lagi. Satu Pension Plan kelar sudah di pagi hari.

Lalu saya lanjutkan dengan menyelesaikan pembayaran hutang project renovasi usaha, yang tertunda sekian lama, karena kesulitan mendapatkan nota-nota dan document penunjangnya. Walaupun nilai hutangnya kecil, namun saya punya prinsip tidak mau berhutang uang sebisa mungkin. Karena tidak membayar hutang berarti mengambil atau menghambat hak/rezeki orang lain. Maka saya yakini, bahwa hak dan rezeki saya juga akan terhambat, dan aura berhutang akan ada pada saya. Maka sebisa mungkin saya menghindari berhutang.

Takut Akan Karma

Saya sering dengar dari teman orang Bali, yang mereka sebut Karma. Misalnya saya menipu orang, maka pasti saya akan kena tipu juga. Dan itu sama juga dengan hutang-piutang. Ya, saya takut sekali terhadap Karma. Sedangkan sudah berusaha untuk tidak menipu orang, masih juga sering dapat ujian kena tipu. Apalagi kalau berani menipu orang.

Uang atau rezeki yang diperoleh dengan jalan yang tidak benar, akan menghancurkan usaha, pekerjaan bahkan keselamatan dan kesehatan diri sendiri, yang mungkin tidak disadari, atau pura-pura tidak menyadarinya. Hanya dengan berdoa, mendekatkan diri dengan Pencipta, yang akan mengingatkan dan mengontrol diri untuk tidak mencari uang dengan cara yang tidak benar. Rezeki asalnya dari Tuhan. Materi yang diperoleh dengan jungkir balik, sikut kiri-kanan, tipu depan belakang, akan lepas juga cepat atau lambat. Malah akan merugikan diri sendiri. ( Semoga saya ingat terus menerus hal ini ).

Maka saya merasa lega, bahwa saya sudah menyelesaikan kekurangan bayar itu, walaupun nota-nota dan dokumen penunjangnya tidak lengkap. Tapi yang penting saya mengurangi resiko berhutang dan melepaskan aura berhutang yang ada pada saya. Nah, pensiun plan kedua kelar hari ini.

Next. Sore harinya, saya lalu mengedit video membuat kue Banana Cake yang saya buat kemarin. Editnya pakai aplikasi Inshot saja di HP, bukan laptop. Selesainya sudah malam, dan rasanya lelah juga setelah upload ke Youtube. Tapi saya senang, karena merasa hari saya lumayan produktif.

Siap menyambut masa karantine, selesaikan Pension Plan

Nah apakah Pensiun Plan anda? Mari manfaatkan waktu karantina ini untuk beres-beres. Sehingga ketika kita sudah bisa keluar rumah nantinya, kita akan merasa lega, lepas, tidak ada beban, dan siap menjalani hari-hari kedepannya dengan warna baru. Setuju ?

So, be happy to be home, stay at home, keep healthy and safe.

NB: Jangan lupa perbanyak doa kepada Yang Maha Kaya, agar dimudahkan rezekinya dan dilipatkan rezekinya. Amien.

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply