Napkin - Stay at Home Challenge No.2

Napkin – Stay at Home Challenge No.2

LIVE IN DUBAI
Napkin – Stay at Home Challenge No.2

Hari ini hari kedua saya mencoba untuk konsisten menjahit dan menghasilkan karya setiap hari, selama masa tinggal di rumah karena Covid-19. Dan berusaha juga untuk konsisten menulis. Jadi ada dua target saya setiap hari, yaitu menghasilkan satu karya menjahit dan juga menulis satu artikel setiap hari.

Kemarin saya sudah memposting taplak meja (table cloth) kotak-kotak, dan rasanya perlu dilengkapi dengan napkin, atau kita sebut serbet, kalau tidak salah. Kalau belum baca cerita taplak meja kotak-kotak saya, silakan klik di sini.

Setelah cek tumpukan kain di lemari, saya menemukan kain cotton 100% yang kualitasnya sangat bagus. Sebenarnya dulu saya beli untuk praktek membuat kemeja laki-laki. Karena suami saya pergi kerja hampir setiap hari memakai baju putih dan beliau sangat picky soal kenyamanan, maka saya pikir waktu itu mau belajar buat kemeja putih untuk beliau. Lalu saya pergi mencari bahan cotton 100% yang kualitas premium.

Tapi akhirnya bahannya belum sempat saya apa-apain, karena berubah pikiran. Saya pikir untuk beliau, akan lebih baik belikan saja baju jadi. Soalnya kalau salah buat atau tidak rapi, maka susah untuk dimodifikasi. Lain kalau baju perempuan. Apabila salah sedikit dari model yang direncanakan, maka masih bisa dimodifikasi, minimal jadi model lain 🙂 ….

Dan saya pikir ini cocok untuk saya buat napkin. Saya mau yang high quality napkin, karena kan untuk pakai sendiri, dan lagian sayang kalau buat dari bahan jelek, capek menjahit saja. Walapun sebenarnya lebih bagus kalau pakai bahan linen, yaitu jenis bahan yang cocok untuk serbet, lap tangan, seprei, dll keperluan rumah tangga, yang mana lebih bagus menyerap air. Tapi karena saya tidak punya bahan tersebut, maka kain putih ini pun bolehlah.

Ukuran Napkin

Lalu tahukah anda bahwa napkin itu ada bermacam-macam ukurannya? Ada berapa macam ukuran napkin yang anda miliki di rumah? Atau kalau anda pergi makan ke restaurant atau menghadiri undangan makan formal, pernahkah anda memperhatikan napkin yang disediakan kadang ukurannya besar dan kadang ada juga yang kecil-kecil saja. Tidak pernah? Hehehe.. mungkin karena kita langsung focus sama makanannya ya. Jangan malu, saya juga sering begitu kok 🙂

Nah, tergantung kapan penggunaannya, napkin itu ada bermacam-macam ukuran loh. Jadi kalau mau bikin atau beli napkin, sebaiknya tahu dulu untuk keperluan apa agar ukurannya cocok.

Saya biasanya mencari informasi lewat Pinterest, apakah itu ide menjahit, model pakaian, resep masakan, cara membuat jamu-jamuan atau ramuan alami, dan sebagainya. Pokoknya sekarang saya lebih banyak pakai Pinterest dari pada pencarian dengan google.

Berikut ada beberapa ukuran napkin tergantung dari pemakaiannya yang saya dapat dari pinterest:

  1. Cocktail napkin : ukuran 6″ x 6″
  2. Tea napkin : ukuran 13″ x 13″
  3. Lunch napkin : ukuran 18″ x 18″
  4. Lunch napkin : ukuran 20″ x 20″
  5. Dinner napkin : ukuran 22″ x 22″
  6. Dinner napkin : ukuran 24″ x 24″
  7. Buffet : ukuran 27″ x 27″ ( dilipat di atas paha)

Karena ukuran kain saya terbatas, maka setelah saya ukur, bahannya cukup untuk membuat dinner napkin ukuran 22″ x 22″, sebanyak empat buah. Kalau mau buat atau beli napkin, sebaiknya sih minimum 6 buah sampai 12 buah / 1 lusin, supaya cukup dipakai untuk menata meja makanyang bisa memuat 12 orang. Tapi karena bahan saya terbatas, jadi empat pun tidak masalah juga.

Cara Menjahit Napkin yang rapi

Setrika lipatan pinggir kain sebelum jahit, dan jahit dengan sepatu jahit yang cocok

Menjahit napkin adalah paling gampang sekali, karena cuma lurus -lurus saja jahitannya. Tapi untuk menghasilkan napkin yang bagus, maka yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

  1. Usahakan selalu menyetrika bahan yang akan di pakai sebelum di potong. Supaya hasil potongannya rapi dan ukurannya pas.
  2. Marking di atas kain tanda lipatan pinggir kain dengan mistar, sehingga tandanya jelas dan lurus.
  3. Kalau mau potong bahan, sebaiknya lebihkan 1 1/2″ di setiap sisi untuk jahitan. Pertama-tama lipat 1/2″ ujung kain, kemudian lipat lagi 1″, sehingga lipatan jahitan agak besar dan cantik kelihatan.
  4. Setelah marking sesuai ukuran di atas, potong kain dan setrika lagi lipatan jahitan di pinggir kain agar rapi pada saat di jahit.
  5. Pada saat menjahit, usahakan agar jahitannya lurus, jangan seperti ular ya:-). Untuk mesin jahit portable, kita bisa menggunakan sepatu jahit yang cocok untuk menjahit pinggir lurus. Kalau tidak punya sepatu jahit tersebut, pun tidak masalah yang penting jahitannya lurus.
  6. Setrika kembali setelah selesai menjahit semua pinggirnya.
  7. Tadaaaaa…. waktunya tersenyum setelah project napkinnya selesai.

Tapi sebelum dipakai, ingat mesti di cuci dulu ya, biar steril. Apalagi sekarang kita mesti lebih meningkatkan kebersihan, untuk menjaga jangan sampai tertular berbagai macam virus. Kalau beli serbet dari pasar juga jangan lupa di cuci dulu baru dipakai ya.

Gampang kan, cara buat serbetnya. Ini cocok sekali dibuat untuk penjahit pemula. Karena sangat muda, dan bisa memberikan rasa bangga setelah menyelesaikannya. Sehingga termotivatisi lagi untuk menjahit yang lain-lainnya. Paling tidak begitu yang saya rasakan 🙂

Menjahit bagian sudut – Mittered Corner

Berikut saya kasih link cara untuk menjahit bagian sudut atau sambungan di pojok serbet, agar hasilnya rapi. Thanks to the creator of this video.

Dan kalau sudah jadi serbetnya, dan bingung bagaimana cara melipatnya, maka silakan lihat videonya di bawah ini. Jangan lupa like dan share videonya, sebagai tanda terima kasih untuk yang buat video ini. Thanks to the video creator 🙂

Selamat berkreasi. Jaga kesehatan diri dan keluarga. Tetap tinggal di rumah, jangan lupa bahagia.

xoxoxoxo

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply