MENGHORMATI HARI SABAT

LIVE IN DUBAI

Tinggal di negara Arab, ada rutinitas yang sedikit berbeda dibanding kalau tinggal di negara lain atau Indoenesia. Dubai sebagai negara muslim memiliki hari libur atau weekend pada hari Jumat dan Sabtu, dan hari Minggu adalah hari kerja biasa.

Dubai adalah negara muslim yang sangat-sangat toleran terhadap agama lain. Saya sudah pernah menulis di artikel saya sebelumnya bagaimana bangsa yang kaya raya ini mencanangkan Year of Tolerance, yang mana pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan yang mendukung gerakan toleransi terhadap agama yang lain. Walaupun jumlah gereja cuma beberapa buah saja, namun kebebasan untuk beribadah sangat-sangat dijunjung tinggi.

Selama corona muncul, otomatis semua mesjid, gereja dan tempat ibadah lainnya mesti ditutup untuk mencegah penularan corona. Sehingga saya pun tidak pergi lagi ke gereja sampai saat ini. Sebelum corona, saya bisa memilih jam berapa saya mau pergi ke gereja, karena pada hari Sabtu dan mingu, ibadah dilakukan setiap 2 jam, karena banyaknya orang yang datang, sehingga gerejanya tidak bisa menampung semu umatnya. Selain itu, dengan adanya beberapa kali misa, umat bisa menyesuaikan dengan jadwal kerja. Karena hari Mingu adalah hari kerja biasa.

Hari ini, adalah hari Minggu. Tapi mesti bangun pagi-pagi untuk menemani suami melakukan medical cek up rutin, sebelum beliau lanjut ke tempat kerja. Pulang dari rumah sakit, saya langsung ingat, ini hari Minggu. Lalu naik ke lantai dua, ambil alkitab dan mau berdoa sendiri.

Saya lahir dari keluarga Katolik, jadi otomatis saya adalah Katolik dari lahir. Namun beruntung sekali almarhum papa saya mengajarkan saya untuk menghormati agama orang lain sama besarnya dengan menghormati agama saya sendiri. Bahwa semua agama itu baik adanya, semua agama mengajarkan kebaikan. Ajaran tersebut sangat berakar dalam diri saya, sehingga saya tidak pernah terusik dengan adanya berita atau kejadian yang memperlihatkan sikap atau prilaku intoleran kepada agama orang lain. Jika muncul hal-hal intoleran, maka saya selalu berpikir bahwa itu adalah kekeliruan dari seseorang atau sekelompok orang saja, yang tidak mewakili agama yang dianutnya. Dan karena kita adalah manusia biasa yang terbatas kemampuan akal budi maka bisa saja kita melakukan kekeliruan. Tapi saling memaafkan dan menghormati satu sama lain, adalah obat untuk menyembuhkan luka yang mungkin muncul karena kekeliruan tersebut.

Jadi walaupun saya Katolik, saya juga mendengarkan ceramah dari ustad ustad, lewat media sosial. Ada seorang Ustad yang sering saya dengarkan ceramahnya, karena ajaran beliau sangat universal yang berlaku untuk agama apapun.

Sama seperti ajaran alkitab, beliau mengajarkan bahwa sebagai umat beragama, kitab suci adalah tuntunan hidup bagi umat/jemaat dan kitab suci adalah sarana yang dipakai Allah untuk berbicara kepada kita. Jadi apapun pertanyaan kita, semua jawabannya bisa didapatkan di dalam kitab suci. Maka bacalah kiat suci agamamu masing-masing.

Salah satu ajaran beliau yang sering saya praktekkan juga, yaitu ketika memiliki masalah, atau ada yang dikuatirkan atau mau melakukan sesuatu tapi bimbang, tidak tahu, bingung, tidak yakin… maka ambil alkitab, lalu buka secara acak, dan baca halaman yang terbuka pertama kali. Renungkan ayat tersebut. Pasti kita akan menemukan jawaban apa yg kita cari, dari ayat yang tertulis di alkitab yang kita buka secara acak. Saya sering praktekkan ilmu beliau tersebut, dan kadang saya dapat jawaban langsung plak-plakan, kadang juga saya mesti baca berulang-ulang baru mengerti maksudnya.

Contohnya adalah hari ini, pagi-pagi sekali ke rumah sakit dan ketika tiba dirumah, saya lalu mengambil alkitab dan membuka secara acak, dan yang muncul di halaman yang saya buka adalah: MENGHORMATI HARI SABAT. Merinding saya dibuatnya, karena hari ini adalah hari Minggu. Baru baca judulnya saya, saya sudah tersentak, apalagi setelsh baca isinya berikut ini:

Menghormati hari Sabat

13Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
14maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya.

Ya Allah, aku hambamu yang hina ini. Begitu besar kasihmu kepadaku, sehingga tak pernah hentinya Engkau mengingatkanku untuk menghormati hari Sabat, hari yang mulia. Saya cuma bisa berdoa, mohon pengampunan atas segala dosa dan kelemahan saya, dan mohon rahmat senantiasa dari padaMu ya Allah.

Cuma itu yang bisa saya doakan, begitu membaca ayat tersebut. Pengalaman hari ini, kembali mengingatkan saya untuk balik lagi, balik lagi, balik lagi baca Alkitab, karena sungguh Alkitab adalah tuntunan hidup bagi saya, saudara-saudara, teman2 dan siapapun yang beragam Katolik dan Kristen. Sama juga bagi yang beragama lain, mesti balik dan balik lagi baca kitab suci masing-masing. Allah Yang Satu yang kita sembah bersama-sama, dengan cara kita masing-masing, sungguh akan memberi kita tuntunan lewat bacaan di kitab suci kita masing-masing.

Selamat hari minggu dan happy weekend everyone. Salam sejahtera buat kita semua.

Dubai 20 September 2020

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply