Long Classic Corset- Stay Home Challenge No.4

LIVE IN DUBAI
Long Classic Corset- Stay Home Challenge No.4
Long Classic Corset

Dubai 18 April 2020

Kalau di Indonesia, akhir pekan libur kerja adalah Sabtu dan Minggu, tapi Dubai punya akhir pekan adalah Jumat dan Sabtu. Lalu saya tambah dengan hari Minggu, maka jadilah akhir pekan saya menjadi 3 hari 🙂

Kebiasaan menonton film dari tempat tidur di pagi hari pada hari Jumat dan Sabtu, tetap jalan selama masa karantina. Serial Narcos yang selalu kami tonton setiap weekend pagi, sudah hampir habis semua kami tonton. Kecuali ada beberapa seri yang sepertinya kilas balik menceritakan bagaimana awal terbentuknya jaringan perdagangan narkotik besar tersebut, antara Mexico, Colombia dan Amerika yang merupakan negara tujuan pemasaran. Tapi settingnya seperti jaman baholak, kumuh, jadi malas menontonnya.

Midnight Run, 1988

Midnight Run

Tapi urusan memilih film yang akan kami tonton, bukan urusan saya. Saya akan junky (istilah kami artinya sibuk mainin hp) sampai filmnya sudah terpilih dan akan dimulai. Midnight Run, film dari tahun 1988, pilihan yang muncul di layar. Film ini berkisah tentang perjalanan seorang bounty hunter yang menangkap seorang accountant yang mengambil uang bosnya, seorang mafia kaya raya. Si hunter akan mendapatkan bayaran yang tinggi nanti setelah dia berhasil membawa accountant tersebut kepada bosnya.

Lalu dalam perjalanan mereka, si hunter harus melindungi tawanannya tersebut, karena ada beberapa pihak yang juga menginginkan dan bahkan mau membunuh accountant tersebut.

Yang saya suka dari film tersebut adalah sifat innocent dari si accountant yang selalu banyak bertanya, mengomentari bahkan sering ceplos memberi saran kepada si hunter, tentang masalah personal si hunter. Bahkan kadang-kadang dia ngeyel dan mulutnya tidak berhenti bertanya, sehingga sering juga membuat si hunter jengkel. Oh yah, si accountant ini mengambil uang bosnya yang mafia, lalu membagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan, jadi emang sifatnya tidak jelek semua.

Nah, suka duka dalam perjalanan yang dialami bersama, membuat mereka menjadi akrab dan lebih mengenal satu-sama lain. Akhir cerita, ketika sudah dekat ke kantor bosnya, si hunter malah membuka borgol tawanannya dan menyuruhnya untuk pergi lepas. Tentu saja tawanannya tersebut hampir-hampir tidak percaya. Terus si hunter memberikan pula jam tangan kesayangannya kepada tawanannya sebagai kenang-kenangan.

Ohhhh so nice…. saya kira itu endingnya. Ternyata belum. Ketika si hunter sudah berbalik mau meninggalkan si tawanan, si tawanan memanggilnya kembali. Lalu dia mengeluarkan semacam tali dari dalam celananya, yang ternyata penuh berisi lembaran uang kertas, yang dililitkan di badannya. Lalu dia memberikan kantung itu kepada si hunter. Jumlah uang di kantong itu 3x lebih besar dari jumlah bayaran yang dijanjikan kepada si hunter apabila dia menyerahkan tawanan tersebut…. Ahhh ending yang bagus kan…:-)

Balasan Instant

Si hunter tulus mau membantu tawanan tersebut, dan rela kehilangan upah yang besar. Namun karena ketulusannya, ternyata dia malah mendapatkan balasan yang berlipat-lipat, yang dia tidak sangka sama sekali. Tidak pakai lama dan tidak pakai susah. Instant dibalas waktu itu juga.

Mereka telah bersama-sama dalam waktu yang lama, namun si hunter sama sekali tidak tahu bahwa si tawanan ternyata membawa uang banyak. Kira-kira, kalau dia tahu dari awal, apakah mungkin dia akan langsung melepaskan tawanan tersebut dan si tawanan akan memberikan uang tersebut kepadanya? Belum tentu! Bisa jadi tawanan tersebut hanya bilang terima kasih lalu ngeloyor pergi. Ada juga kan orang yang seperti itu, sudah dibantu langsung lenyap senyap kemana entah di mana rimbanya. Syukur-syukur kalau sempat bilang terima kasih.

Nah, pesan yang bisa saya petik ( buah kali … he eh), yaitu kadang mungkin rezeki kita itu sudah dekat sekali dengan kita, bahkan sudah bersama kita siang dan malam, namun kita tidak menyadarinya. Karena kita perlu menjalani ujian terlebih dahulu. Ujian integritas diri, ketulusan hati, kebaikan, kepedulian terhadap orang lain, tidak egois hanya mengejar kekayaan sendiri dan mengorbankan orang lain, menghormati orang lain walaupun musuh sekalipun. Dan apabila kita lolos dari ujian tersebut, maka tanpa kita sadari, rezeki yang berlipat ganda akan memanggil kita.

Hmmm sudah… sudah… jangan terlalu serius sekarang. Karena sebenarnya lucu juga. Mulanya saya pikir bahwa mereka sudah pernah hanyut di sungai bersama. Jadi otomatis uang tersebut sudah terendam juga dan rusak. Tapi saya lalu tepuk jidat sendiri. Dodol saya…! Pastilah kantong uang itu terbuat dari bahan tahan air. Coba mikir, seandainya kita yang mau simpan uang banyak di kantong, pasti sudah pikirkan sebelumnya untuk memakai kantong yang tahan air, atau minimal dibungkus plastik kresek supaya tidak cepat rusak. Iya kan? Akhirnya saya jadi senyum sendiri sambil menulis 🙂

Sabtu Pagi Kebabblasan

Ya, gara-gara Midnight Run, akhirnya kami kebabblasan menonton sampai hampir jam 12 siang. Dan setengah batang Hazelnut coklat dibagi dua, tentu saja tidak cukup sebagai sarapan. Maka begitu film selesai, kami langsung standing dan terbang ke dapur.

Tapi karena Jumat dan Sabtu adalah treat day, maka tugas saya cuma membuat jus buah. Dua hari itu adalah waktu khusus bagi suami saya untuk menyalurkan hobbinya di dapur, membuat berbagai macam makanan untuk brunch ( sarapan sekaligus makan siang ). Jadi mau tidak mau, menunggu lagi deh…

Pas mau menuju meja makan, kedengaran suara sempotan air di taman. Berarti pas jam 2 siang. Sudah lewat lapar saya dan malah sudah malas makan. Cuma makan potongan-potongan sayur aka salad kata orang, sedikit sekali dan minum setengah gelas jus. Badan lemas ngantuk rasanya, lalu pindah ke sofa baring-baring. Tapi karena kuatir sakit, saya lalu balik ke meja makan dan habiskan 1/3 piring pasta. Setelah itu balik lagi rebahan di sofa, sambil junky di handphone.

Kebabblasan malas mau ngapa-ngapain. Tapi pas jam 5 sore, saya fight rasa malas saya, dan akhirnya bangun juga dan menuju ke kantor. Yah, minimal saya mesti menulis hasil jahitan saya dua hari sebelumnya. Belajar konsistent guys 🙂

Long Classic Corset

Long Classic Corset- Stay Home Challenge No.4
Potongan pola korset siap di jahit

Saya sudah membuat beberapa classic corset short version. Dan dua hari lalu saya memulai membuat versi panjangnya atau long classic corset. Pola versi panjang sama saja dengan versi pendek, kecuali ujung bawahnya dipanjangkan 10cm dari garis pinggang ke bawah panggul. Membuat Long Classic Corset adalah Challenge No.4 saya. Kalau belum lihat challenge saya yang lainnya, silakan klik di sini. Gratis kok 🙂

Membuat corset adalah proses menjahit yang paling ribet, butuh banyak waktu dan banyak cengkoneknya. Boleh disamakan tingkat kesusahannya dengan menjahit jas. Itu menurut perkiraan saya saja, karena saya belum pernah membuat jas, tapi minimal garis besarnya sudah bisa saya bayangkan.

Menggambar Lines Plan

Long Classic Corset- Stay Home Challenge No.4
Menggambar pola corset mengingatkan gambar Lines Plan

Oh ya, mungkin ada yang berpikir bahwa saya sudah beralih profesi sekarang, dari tukang buat kapal menjadi tukang jahit. Tidak begitu juga coy… Saya mau terus belajar menjahit motivasinya karena ingin punya keahlihan yang bisa saya kerjakan di rumah, kalau saya sudah tuek nanti. ( Semoga di kasih umur panjang sama yang DI ATAS, Amien ).

Seperti Opa, panggilan untuk mertua saya, yang dimasa tuanya banyak menghabiskan waktunya dengan melukis. Selain mengisi TTS tentunya. Umurnya sudah 88 tahun, masih bisa menyetir sendiri, malah masih hobby balap-balapan. ( Hobbynya yang satu itu yang menular ke anaknya, yang sering membuat saya sewot hehe ). Dan kata beliau dengan melakukan hobby melukis dan main TTS, maka pikiran akan jalan terus, sehingga tidak cepat pikun.

Membuat pola pakaian itu perlu hitung-hitungan; tambah, bagi, kurang dan kali. Makanya jangan heran kalau banyak orang sebenarnya mau pintar menjahit, tapi menyerah di tengah jalan, karena kagok dengan hitung-hitungan. Bagi saya, membuat pola itu sama seperti menggambar lines plan, waktu masih kuliah dulu. Butuh ketelitian, kerapian dan garis-garisnya juga harus mulus. Jadi membuat pola itu adalah latihan saya untuk menjaga otak saya terus bekerja dan tetap tajam.

Pasti ada yang mengerutkan dahi, apa itu Lines Plan. Lines Plan adalah gambar bentuk badan kapal. Ini salah satu tugas gambar paling susah waktu kuliah di fakutas teknik jurusan tehnik perkapalan. Menghitung dan menggambar Lines Plan mesti pakai tangan, tidak pakai program komputer seperti sekarang ini. Dan sedihnya itu, kalau sudah begadang bermalam-malam mengerjakannya, tapi hasilnya dicoret-coret bahkan dirobek oleh sang assitent gambarnya.

Duh abang, seandainya waktu itu Cita Citata sudah menyanyi, mungkin saya sudah hapal lagunya..Sakitnya tuh di sini…hehehe Tapi saya cuma bercanda kok. Tentu saja saya sangat berterima kasih kepada semua dosen, asistent, kakak-kakak senior, dan tentu juga teman-teman kuliah saya, yang telah menjadi bagian dari perjalanan pembelajaran / pendidikan saya pada khususnya, yang tentu juga menjadi bagian perjalanan hidup saya juga. Thanks to you ALL. My deepest respect and appreciation for you ALL. Walaupun tidak bisa membalas kebaikan mereka secara langsung, tapi dalam doa saya, sudah pasti saya mendoakan hanya kebaikan untuk mereka semua. Amien.

Pola Long Classic Corset

Kembali ke Long Classic Corset saya. Di hari pertama saya cuma menyelesaikan pembuatan pola lalu mengunting polanya. Setelah itu saya lalu menempelkan kain keras di bagian belakang kain satin warna biru gelap. Lalu mulai menjiplak pola yang sudah saya potong di atas kain keras tersebut. Selanjutnya adalah menggunting kain sesuai pola.

Berikut adalah daftar potongan pola yang sudah dipotong:

  1. Sembilan (9) potongan kain satin untuk bagian luar corset.
  2. 1 buah strip kira-kira 2 meter untuk pengikat bagian belakang korset.
  3. 1 buah tali panjang untuk nantinya dipotong -potong dan dijahit untuk jadi pegangan tali belakang korset.
  4. 1 buah strip untuk menutup pinggiran bawah korset.
  5. 1 buah plaket atau kain segitiga untuk dipakai di bagian tengah belakang, di daerah tali-tali, agar tidak tembus kelihatan ke dalam badan.
  6. Sembilan (9) potongan kain cotton atau viscos atau polyester untuk bagian luar corset. (Tapi ini belum saya potong, karena saya belum punya kainnya).

Nah, cuma itu yang mampu saya selesaikan dalam hari pertama.

Hari kedua, saya lalu mulai menjahit menyatukan ke-9 panel-panel badan, lalu menyetrika sambungan jahitannya. Selanjutnya yaitu menjahit tulangan atau boning. Menjahit tulangan ini yang paling ribet, karena bahannya dari plastik dan mesti dijahit ke atas kain. Sebelum dijahit, tulangan diukur satu-satu panjangnya dan ditutup ujungnya dengan masking tape agar tidak menusuk badan.

Singer Quantum Stylist 9960 dan Janome 1012

Long Classic Corset- Stay Home Challenge No.4
Singer Quantum Stylist 9960 dan Janome 1012

Oh yeh, sudah baca tulisan saya sebelumnya kan? Mesin jahit saya dari Batam akhirnya tiba juga di Dubai. Tipenya Singer Quantum Stylist 9960. Saya juga memiliki Janome 1012 yang saya beli waktu baru tiba di Dubai. Type Singer saya lumayan jauh lebih mahal dari Janome. Dan karena kuatir Singer saya akan rusak kalau sering dipakai untuk menjahit tulangan, maka sekarang untuk menjahit tulangan, saya selalu pakai Janome. Saya juga pakai Janome untuk menjahit obras pinggiran kain, Karena mesin obras saya dari Batam masih rusak, dan saya pikir belum urgent untuk beli mesin obras baru. Dengan mengunakan sepatu semi obras, kita bisa pakai mesin portable untuk mengobras ujung kain.

Nah beginilah penampakan long classic corset yang sudah dipasangi tulangan. Sebelum melanjutkan menjahit ini, saya rencana untuk membuat bantalan setrika kecil khusus untuk setrika bagian dada dan lengkungan pinggang, karena kalau tidak pakai bantalan bulat atau melengkung, maka lengkungan tidak kelihatan dan hasilnya tidak cantik.

Proses menjahit long classic korset itu makan waktu panjang. Jadi jangan heran atau ngomel kalau ongkos menjahit korset itu mahal ya.

Untuk kesayangan semua, tunggu kelanjutannya ya. Selain Long classic corset ini, saya juga akan memposting classic corset versi pendeknya,yang saya sudah buat. Jadi stay tune ya 🙂

Stay Home. Be Safe. Be Healthy. Jangan lupa bahagia.

xoxoxoxo

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply