Biji-Biji, Culinary #1

Kue Biji-Biji, Culinary #1

LIVE IN DUBAI
Biji-Biji, Culinary #1
Biji-Biji, Culinary #1

Dubai 17 April 2020

Hari ini adalah hari ke-3 challange saya untuk karya menjahit dan menulis setiap hari selama masa Stay At Home. Sebenarnya semenjak mulai tinggal di rumah karantina mandiri ( sudah hampir sebulan ), sudah banyak hasil kreasi saya yang jadi, tapi saya tidak dokumentasikan. Sayang sebenarnya. Karena itu saya mulai berkomitment untuk menuliskan kreasi menjahit saya setiap hari, dan hari ini adalah hari ke-3.

Jadi hari ini saya semestinya menulis hasil menjahit hari kemarin. Tapi karena proses menjahit project tersebut agak rumit dan memang memakan waktu, tidak bisa selesai dalam sehari, maka saya putuskan akan posting berikutnya nanti.

Nah, untuk hari ini, saya mau menulis dengan rasa bangga hasil karya saya di dapur. Jadi bukan cuma bisa menjahit, saya juga mesti pintar masak di dapur. Itu kata orang sih. Basi !!!… menurut saya… karena tidak semua orang punya bakat memasak. Dan saya akui bahwa dapur itu bukan tempat favorit saya dan main-main dengan kompor pun bukan salah satu strong point saya, hehehe.

Hei tunggu sebentar, saya melihat keluar lewat jendela kaca …porshe mungil tetangga lagi keluar dari garasi…. Suaranya yang khas membuat saya otomatis mengangkat kepala. Mungkin beliau ada keperluan urgent di luar, tapi saya yakin beliau sudah ada izin ke luar sebelum ke luar dari rumah… warna porchenya coklat susu agak gelap atau lebih ke coklat tahi kuda… haaahaaa terbayang ngak warnanya seperti apa. Pokoknya cantik dek, cuma saya tidak tahu typenya apa, tapi mobilnya imut dan hanya punya 2 pintu. Kalau corona sudah lewat, saya pengin pergi lihat deh. Cantik sih…:-)

Cemilan – Cepuluh sudah menipis

Oke, balik lagi ke laptop. Jadi waktu kami belanja stock makanan untuk persediaan karantina di rumah, kami tidak terlalu memikirkan untuk stock makanan ringan. Saya memang jarang sekali mau makan cemilan atau makan ringan, seperti kerupuk, biskuit, biskuit, cake, cracker atau kue kering. Kalau makan cemilan sedikitpun , saya langsung merasa kenyang dan setelah itu akan malas makan. Jadi memang saya ngak pernah tertarik sama cembilan cepuluh… hehe cemilan maksudnya. Mungkin karena itu, maka saya tidak terlalu susah mengontrol berat badan.

Tapi berbeda dengan suami yang suka ngemil. Dia yang selalu beli-beli cemilan. Itupun hampir tidak pernah saya sentuh, kecuali hari jumat dan sabtu pagi. Kalau weekend, kami boleh bangun lambat dari biasanya, maka makan coklat di tempat tidur adalah treat kami setiap weekend pagi sambil menonton Narcos, serial film tentang narkotik di Brasil. Action, bandit, politik, kekuasaan, uang dan narkotik dengan pemain yang sangat-sangat menjiwai perannya. Sehingga kadang kami menonton 2 atau 3 seri sebelum beranjak dari tempat tidur, sambil mengunyah coklat :-).

Setelah mulai tinggal karantina di rumah, kadang-kadang rasa bosan muncul juga. Dan mulai melakukan hal-hal yang biasanya tidak dilakukan. Mungkin sekedar cari kesibukan atau berusaha menekan rasa jengkel, marah dan bosan. Akhirnya satu persatu stock cemilannya mulai diembat juga. Coklatnya pun sudah habis semua, dan tinggal beberapa bungkus cracker yang saya tidak suka rasanya karena terlalu banyak micinnya.

Akhirnya mulai menghayal tentang kue-kue di toko. Aneh, padahal dulu tidak pernah tertarik dengan kue-kue…Jadi ketika pesanan telur sudah di antar 3 hari yang lalu, maka besoknya langsung beranikan diri untuk mencoba buat kue sendiri. Dan pilihan pertama adalah BIJI-BIJI. Kenapa biji-biji? Soalnya itu yang paling gampang di buat -).

Membuat kue biji-biji anti gagal alias keras seperti batu

Buka pinterest, lalu ketik ” resep kue biji-biji”. Sreetttt langsung muncul foto-foto kue biji-biji. Setelah membaca dan membanding-bandingkan beberapa resep, saya lalu menyiapkan semua bahan dan mulai eksekusi.

Bahan-bahan yang saya pakai :

  • 500 gr tepung terigu
  • 2 butir telur ayam
  • 125 gr gula pasir (bisa lebih sedikit kalau mau manis)
  • 100 gr butter dicairkan
  • 4 sendok makan coconut cream
  • 1/3 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh backing power
  • Minyak secukupnya untuk menggoreng

Cara membuat kue biji-biji

Biji-Biji, Culinary #1
Digoreng pakai minyak sedikit saja
  1. Siapkan loyang tempat mixer, masukkan telur ayam, gula pasir dan garam, lalu mix di kecepatan rendah, saya pakai kecepatan 1 saja. Mix sampai gula larut semua.
  2. Masukkan coconut cream dan butter cair, lalu mix lagi.
  3. Ayak tepung terigu dengan saringan halus dan taburkan juga backing powdernya di atas saringan, lalu saring backing powdernya, goyang keliling agak merata di atas tepung terigu. Lalu aduk tepung terigunya agar backing powdernya tercampur merata.
  4. Masukkan terigu sedikit semi sedikit ke dalam loyang tempat bahan yang sudah dimix tadi, dan lanjutkan mix lagi, sampai adonannya sudah keras dan mixernya sudah susah untuk berputar.
  5. Matikan mixter, lalu lanjut pakai tangan untuk mencampur adonannya sampai jadi.
  6. Ambil adonan sedikit demi sedikit, bentuk adonan seperti batangan 1cm diameter, lalu potong-potong dengan gunting ke dalam loyang yang sudah ditaburi sedikit tepung terigu agar potongan-potongan kecil yang sudah jadi, tidak akan menyatu kembali.
  7. Selanjutnya, panaskan minyak dan goreng sampai agak berwarna coklat. Angkat dan letakkan di atas tissue dapur, agar minyaknya bisa melengket ke tissue dan supaya cepat kering.
  8. Tadaaaa …. jadi deh kue biji-biji yang empuk, tidak pakai keras.

Bukan biji-biji namanya kalau tidak keras

Biji-Biji, Culinary #1
Tadaaaa… jadilah kue biji-biji renyah, empuk, lembut

Hey, itu pasti buatan Uncle. Itu kata Ma’ Bella, sister saya, waktu lihat foto biji-biji saya di WA group, dia bilang bahwa itu pasti buatan Uncle, padahal sumpah Lai’ Pita, itu Uncle cuma turun tangan membantu menggoreng saja. Selebihnya saya yang kerja semua, dan gemetaran tangan saya waktu pegang mixer, takut bahannya berhamburan keluar hahaha.

Lain lagi komentar Ne’ba, kakak pertama saya, waktu saya kasih tahu bahwa biji-bijinya tidak keras. ” Bukan biji-biji katanya kalau tidak keras”. Trus “over cook” pula katanya. Sudah pintar pula comment pakai Bahasa Inggris. Tapi mereka memang memandang enteng saya. Karena tahu saya tidak pernah buat kue dan tidak pintar memasak. Tapi akhirnya saya bisa membuktikan ke mereka, bahwa mereka salah besar! saya bisa membuat biji-biji yang lembut..hahahaha ( sambil menepuk dada ).. Lebayyyy

Note : karena ponakan-keponakan saya yang jumlahnya buanyakkk itu, selalu memanggil suami saya dengan sebutan Uncle, maka akhirnya semua keluarga juga memanggil suami saya dengan sebutan Uncle. Bahkan mama saya pun ikutan :-).

Salah resep; dari Coconut Milk menjadi Coconut Butter

Resep aslinya menggunakan coconut milk. Tapi saya kira bahwa isi dari kotak santan kelapa merek Kara yang biasa di beli supermarket, itu isinya pasti coconut milk. Ternyata ada yang isinya coconut milk / santan, dan ada yang isinya UHT Coconut Cream. Begitu lihat kotak Kara, saya langsung ambil dan pakai, tanpa membaca lagi tulisan di kemasannya. Nanti suami saya melihat kemasan coconut cream di atas meja, lalu bertanya, apakah saya pakai coconut cream atau coconut milk. Dengan yakinnya saya jawab coconut milk. Dan ternyata yang saya pakai adalah coconut cream. Coconut cream itu lebih kental dari coconut milk. Jadi mungkin karena itu maka biji-bijinya lembut.

Lalu menurut resep aslinya, yaitu pakai margarine, tapi saya juga tidak tahu margarine apa yang bagus. Kata suami saya boleh pakai butter yang ada saja. Jadi saya pakai butter merek Elle & Vire, Gourmet Butter.

Terus mestinya pakai vanilla juga, tapi saya tidak punya vanilla bubuk, cuma vanilla cair, dan saya takut memakainya, jadi tidak pakai vanilla. Dan gulanya pun saya kurangi karena kami tidak terlalu suka kue yang terlalu manis.

Tapi hasilnya bolehlah. Pikir saya minimal ada yang bisa di kunyah-kunyah. Tapi ternyata, keesokan harinya langsung habis 1/2 nya, tidak henti dicomot-comot Uncle sambil memelototi monitornya. Mau juga dia makan 🙂

Improvement

Karena sekarang sudah bisa membuat biji-biji yang empuk, maka next time saya buat lagi, saya akan tambah bawang putih. Kata teman saya Monica dari Batam, akan lebih enak kalau pakai bawang putih. Thanks Mami Kieran, love you full.

And the last one, jangan julid dan bully saya karena memposting kue biji-biji yah. Bukannya cake atau apalah yang keren-keren gitu. Yah, memang baru segitu kemampuan saya. Dan yang lebih penting adalah motivasi untuk terus melakukan suatu hal berbeda setiap hari, selama masa karantina karena COVID-19. Jadi nanti setelah selesai masa karantina, saya tidak akan merasa kok sepertinya waktu hilang begitu saja tidak ada apa-apa yang jadi. Dan saya lagi latihan konsisten menulis setiap hari.

Yuk, be creative be consistent, be happy. Stay at Home, Work From Home. Love yahhh

xoxoxox

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply