Inspirasi dari Meghan Markle

Uncategorized

 

Foto dari en.wikipedia.org

Setelah selesai menyantap makan malam Beef Brocoly hasil kolaborasi memasak dengan suami, saya lalu membuka ponsel saya dan ketemu artikel tentang keseharian seorang Meghan Markle.

Siapa yang tidak tertarik dengan kehidupan seorang Meghan Markle, perempuan biasa seperti kita-kita, yang berasal dari keluarga sederhana namun memiliki karakter yang kuat yang membuat sang pangeran jatuh hati.

Bangun jam 05.00, olahraga jam 06.00, sarapan 7:30, mulai kerja 9:00, makan siang 13.00, relax 19:00 dan menulis blog pada 21:00. Sekali baca, saya ingat semua jam-jam kegiatannya, kecuali jam makan malamnya, tapi itu tidak terlalu penting.

Bagaimana dengan jadwal harian saya?

Saya lalu membandingkan dengan kegiatan saya belakangan ini, terutama sebulan ini saya berada di Dubai. Memang saya sibuk setiap hari, tetapi tidak ada jadwal yang teratur. Seminggu lebih tiba di Dubai, saya masih tahap relax, perubahan suasana. Kemudian mertua datang berkunjung dari tanggal 11 Februari dan subuh tadi 27 Februari, beliau sudah terbang kembali ke Belanda. Selama kunjungan beliau, begitu padat rasanya kegiatan saya bersama beliau setiap harinya. Dan lagi-lagi saya pikir tidak ada keteraturan waktu.

Membaca artikel Meghan Markle, mengingatkan saya untuk kembali mengatur jadwal harian saya, mulai membuat plan dan target apa yang akan saya capai dalam bulan ini, dan mulai mengejar lagi mimpi-mimpi saya yang belum tercapai.

Namun seperti halnya Meghan menulis di blognya setiap malam dan mengevaluasi pencapaian yang dilakukan setiap harinya, saya pun berpikir tentang pencapaian saya hari ini.

Sibuk dengan hal-hal kecil

Setelah balik dari airport mengantar mertua, saya mulai membersihkan kamar yang dipakai beliau, menyiram bibit tanaman sawi dan kemangi yang baru kami semai dua hari yang lalu, bersihkan dapur dan membuat to do list baru.

Kemudian jalan ke Carrefour untuk mengecek kantor kursus mengemudi, berdasarkan info dari salah seorang teman baru di facebook. Tapi rupanya kantornya berada di Carrefour yang satunya lagi. Dan balik ke rumah berjalan kaki dengan jacket selalu tertutup rapat. Suhu 23 Deg Celcius dengan angin yang agak kencang, terasa dingin untuk kulit Indonesia saya.

Sejenak saya berpikir, apakah pencapaian saya yang berarti hari ini? Rasanya tidak ada yang begitu berarti. Mungkin demikian pula yang dirasakan oleh ibu-ibu rumah tangga lainnya, yang sehari-harinya tinggal di rumah mengurus rumah dan keluarga. Rasanya tidak ada yang begitu berarti.

Namun apakah benar demikian? saya rasa saya mesti menghargai diri sendiri karena melakukan hal-hal kecil tiada berarti itu. Membersihkan lap kaki kamar mandi, memasukkan pakaian ke mesin cuci dan menjemurnya, membersihkan wastafel dapur, bukankah semua itu perlu, agar rumah menjadi nyaman dan terhindar dari penyakit yang tentunya biayanya juga mahal kalau sudah sakit.

Menjalani kehidupan dengan sukacita

Dan intinya, saya mesti melakukan semua itu dengan sebaik-baiknya. Apapun yang saya lakukan, saya mesti melakukannya dengan sempurna. Tidak boleh mengeluh, melainkan mesti menikmatinya. Ya, menikmati setiap proses kehidupan yang saya lalui. Ada waktunya saya mesti belajar untuk bersyukur dengan kehidupan sederhana sehari-harinya. Ada waktunya untuk mengejar mimpi-mimpi yang belum tercapai. Tapi kehidupan yang sederhana ini mestinya dinikmati dengan sukacita setiap waktu.

Seperti kata Anne Avantie, perancang busana terkenal Indonesia, dalam sebuah statusnya di facebook. Beliau mengajarkan untuk belajar berhenti meminta, tapi sebaliknya mensyukuri setiap berkat yang sudah di peroleh dalam kehidupan.

Oh yah, kalau awalnya saya bilang koleborasi memasak dengan suami, bagian saya adalah memotong brokoli dan memotong jahe. Selebihnya saya serahkan kepada beliau yang punya hobby memasak selain dari balapan mobil yang selalu membuat saya jantungan.

Akhirnya, terima kasih Tuhan untuk hari sederhana ini. Esok akan lebih indah dan bermakna hidup ini. Bagaikan pohon yang rindang dengan buah yang lebat.

Selamat malam dunia.

 

yosintaparuruk

Naval Architect, Blogger, Youtuber at yosintaparuruk.com
By profession as an naval architect, has spent 15 yearsprofessional works on offshore, marine and shipbuilding business at several international companies, working in some countries. Currentlystarting slowly refrain from managing her projects and shifting to her other passions on social works, health care and natural life.
Founder of Elite Spa & Salon Bali and Soapyme Organic who has interest for natural beauty treatment, natural herbal remedy, natural and organic product,hand made product, ecogreen policy, back to nature campaign, no animal testing product campaign, social works, up cycling and recycling, DIY, interior design,sewing and craft ideas.

Recently starting build up her website www.yosintaparuruk.com, which is focusing on Toraja Culture, her hometown culture. And her youtube: Yosinta Paruruk

To know more about her recent activities and ideas, please visit her
website : www.yosintaparuruk.com

blogs :
http://elitespabali.blogspot.co.id/

http://soapymeorganics.blogspot.co.id/

https://www.facebook.com/elitespasalonbali/?pnref=lhc

https://www.facebook.com/soapymeorganic/?ref=bookmarks

---------

Leave a Reply