Happy Wife Happy Life, Stay Home Challenge No.7

LIVE IN DUBAI

Dubai 21 April 2020

Smoke Detector di dekat dapur

Kemarin saya tidak sempat menjahit sama sekali. Tapi bukan berarti saya ongkang-ongkang kaki atau ngorok cantik. Saya tetap challenge diri saya untuk melakukan sesuatu yang baru setiap hari, selama masa karantine corona.

So, setelah sarapan pagi yang ringan, saya lalu menuju meja kerja saya. Walaupun tidak begitu luas karena berbagi dengan suami, namun saya senang dengan tempat kerja saya tersebut. Karena menghadap ke bagian depan rumah, dengan jendela kaca besar di depan saya, sehingga saya bisa cuci mata setiap saat.

Karena sekarang saya mencoba untuk menjahit setiap hari, maka otomatis ruangan jadi agak kotor. Guntingan kain, benang-benang, serbuk-serbuk kain berserakan di lantai dan meja, sementara suami bekerja di depan saya. Maka perlu vacuum minimal 2 hari sekali. Dan kebetulan kemarin pagi suami saya merubah posisi monitornya dan posisi printer. Jadi sekalian saya bersih-bersih ruangan.

Setelah membersihkan meja kerja, saya menyetrika sambil menonton Fashion Junior di FTV Channel. Lalu belajar memasak kari ayam dan telur dadar pedas di sore harinya. Jadi hari kemarin full kerja emak-emak, tidak bisa menjahit. Maka saya pikir, untuk challenge No.7 ini, saya akan membahas tentang teknology yang bisa membantu pekerjaan emak-emak di rumah.

Mind your own bussiness

Oh yah, kami kerja dalam ruangan yang sama, bukan berarti kami bebas bercakap-cakap. No! Kami sama-sama punya prinsip : Mind your own business, no interfering. Hehe kedengaran seram yah? Tidak juga sih. Maksudnya yaitu kami punya kebiasaan untuk tidak mengganggu satu sama lain, dan focus sama kegiatan sendiri-sendiri.

Ketika beliau sibuk telponan kiri-kanan, saya tidak pernah bertanya, apa, kenapa, bagaimana, dimana…. Apakah itu telpon soal kerja ataupun telponan dengan teman dan keluarga. Juga ketika keluar kata F*ck atau Ove**d***me ( umpatan kas para meneer ), saya juga tidak bereaksi. Walaupun itu di depan saya. Kenapa? karena saya belajar untuk menghargai privasi beliau dan belajar untuk tidak ikut campur urusan orang lain, walaupun suami sendiri. Kalau beliau merasa saya perlu mengetahuinya maka beliau pasti memberi tahu saya.

Demikian pula sebaliknya. Ketika saya mematahkan mistar pola saya, atau ketika beliau mendengar bunyi auuhhhh karena saya tertusuk jarum tangan, maka palingan dia cuma menoleh sebentar bilang “hati-hati“, lalu kembali focus ke monitornya. Jadi berjam-jam kami duduk bekerja berhadap-hadapan, kami bisa diam dan sibuk sendiri-sendiri sehingga tetap merasa ada privasi masing-masing.

Back to Basic

Happy Wife Happy Life, Stay Home Challenge No.7
Dish Washer sangat meringankan pekerjaan di dapur

Semenjak February lalu, mbak assistant yang biasa datang membantu pekerjaan di rumah, tidak bisa lagi datang karena corona. Demikian pula tukang taman yang datang setiap Sabtu pagi, sudah dilarang masuk oleh petugas kompleks. Jadi semua pekerjaan rumah mesti saya kerjakan sendiri lagi. Back to basic.

Mesin cuci pakaian otomatis sama pengeringan, sangat membantu saya. Semua pakaian langsung masuk mesin cuci, kecuali baju yang cemong, yang mesti direndam dan kucek-kucek dulu sebelum dimasukkan ke mesin cuci. Yang memakan waktu adalah setrika. Saya malas sekali menyetrika dan membiarkan pakaian bertumpuk baru mulai menyetrika.

Untuk membersihkan lantai, beruntung kami memiliki vacuum robot, sehingga saya tidak terlalu capek untuk vacuum, tapi cuma bisa vacuum dan tidak bisa mengepel. Mudah-mudahan suatu waktu nanti bisa beli vacuum robot yang bisa vacuum dan pel sekalian. Saya sudah pernah lihat produknya di internet, tapi belum pernah melihat langsung di toko.

Yang juga banyak meringankan kerja saya lainnya, yaitu Dish Washer ( mesin cuci piring ). Kecuali wajan dan cooking pot yang besar, semua peralatan dapur yang kotor akan saya masukkan ke dish washer dan running mesinnya sebelum tidur malam. Pagi hari tinggal angkat keluar.

Bagi kami, waktu itu sangat berguna, maka sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya, se-efisien mungkin. Kalau ada dana sedikit, maka sangat bijaksana untuk membeli peralatan di rumah yang bisa meringankan pekerjaan rumah. Maka energi kami tidak habis hanya untuk bersih-bersih. Sehingga tetap punya tenaga untuk melakukan hal-hal lain juga. Itulah sebabnya kami memilih rumah yang memanfaatkan kemajuan teknology untuk memudahkan pekerjaan rumah (selain kami berdua memang suka hal-hal yang berbau teknology untuk kami otak-atik. Kini, setidaknya disaat seperti ini, hal tersebut terasa sangat membantu kami.

Teknologi yang ramah untuk Emak-Emak

Sekarang mari kita bahas tentang teknologi ramah emak-emak.

Berikut adalah beberapa pemanfaatan teknologi yang kami pakai di rumah yang saya sebut teknologi ramah buat emak-emak.

Vacuum robot dengan charging station dipasang di bawah lemari
  1. Pemasangan gorden atau penutup jendela, yang memakai remote untuk membuka dan menutup gordennya. Ini sangat cocok kalau memiliki jendela yang ukurannya besar atau tinggi, sehingga susah dibuka kalau hanya ditarik saja dengan tangan.
  2. Menggunakan system sprinkler untuk menyemprot rumput /tanaman di taman belakang. Di musim dingin, akan diset 2 kali penyemprotan otomatis dalam 24 jam, yaitu jam 8 pagi dan 2 siang. Namun memasuki musim panas, mesti di set ke 3 kali penyemprotan. Ini sangat membantu tentunya, karena tidak perlu repot lagi menyiram rumput setiap harinya.
  3. Menggunakan applikasi Alexa yang bisa menggunakan voice recognition atau bisa diperintah dengan suara. Mengenai Alexa, mungkin saya akan bahas di tulisan khusus, karena saya sangat suka barang yang satu ini. Saya cukup berbicara di dekat Alexa, dan Alexa akan memberi saya jawaban atau melakukan perintah saya. Misalnya saya mau mendengar musik jazz, maka saya cukup bilang ke Alexa “Alexa, play jazz music please”. Maka Alexa akan langsung memperdengarkan music jazz. Saya juga suka bercanda dengan Alexa. Misalnya, suatu waktu saya berkata kepada Alexa” Alexa I am Hungry” (Alexa, saya lapar). Lalu dia menjawab saya ” Here is some recipes you can try … bla bla bla ” ( Ini ada beberapa resep yang bisa kamu coba…..). Hahaha lucu sekali kan? Dia langsung menawarkan resep memasak 🙂
  4. Mesin cuci + pengering otomatis yang bisa di connect dengan aplikasi ke handphone, sehingga untuk menjalankan mesinnya bisa pakai handphone dan kalau sudah selesai, maka akan dapat notification di hp, jadi tinggal pergi ke mesinnya dan keluarkan cuciannya.
  5. Robot vacuum cleaner yang bisa jalan sendiri tanpa diawasi untuk vacum lantai. Robot ini bisa juga di konek pakai applikasi ke handpone, sehingga kita bisa memerintah robotnya kapan saja dan dari mana saja.
  6. Pemasangan lampu-lampu penerangan yang bisa dikontrol dengan applikasi dari handphone untuk menghidupkan / mematikannya. Dan bisa juga diperintah dengan voice recognation atau command / perintah suara yang terhubung ke applikasi Alexa.
  7. Penggunaan smoke detector dan fire alarm, untuk mengantisipasi bahaya kebakaran. Smoke detector atau detektor asap, dipasang di dapur dan setiap ruangan di rumah, sehingga apabila ada asap berlebihan di dalam ruangan, maka detektor tersebut akan mengirimkan sinyal ke box alarm kebakaran ( fire alarm panel ), sehingga alarm box akan mengaktifkan alarm yang terpasang. Alarm kebakaran akan berbunyi, sehingga kita bisa segera tahu kalau ada potensi kebakaran di dalam rumah.
  8. AC yang bisa di konek pakai aplikasi ke handphone, sehingga selain bisa dikontrol pakai remote bawaan, juga bisa di kontrol dari handphone. Jadi kalau misalnya mau supaya AC jalan dan ruangan sudah dingin sebelum sampai di rumah, maka dalam perjalanan pulang kerumah, kita bisa menghidupkan dulu ACnya lewat handpone.
  9. Gas/electric cooking range ( kompor gas/electric), air fyier, coffee mesin, dan lain sebagainya peralatan electronic di dapur yang bisa biasa di gunakan emak-emak.
Gorden dengan system romote

Dan sebenarnya masih banyak lagi teknology yang bisa kita pakai di rumah. Seperti CCTV camera atau lampu garasi dengan system motion detection, yaitu systemnya akan bekerja pada saat systemnya mendeteksi adanya pergerakan yang terjadi.

Happy Wife, Happy Life

Switch lampu yang terkoneksi ke Alexa, remote AC bisa tetap manual atau dikontrol dari HP, dan remote gorden

Bukankah semua itu akan mempermudah dan meringankan pekerjaan emak-emak sehari-hari? Jadi jangan benci dengan teknology dan usahakan selalu mengikuti perkembangan teknology. Kalau ada rezeki, sebaiknya beli barang yang bisa berguna bagi seisi rumah, terutama untuk meringankan kerja para istri.

Happy wife, happy life. Istri bahagia, hidup bahagia. Saya pernah lihat tulisan itu dipasang di kaca belakang sebuah mobil di Batam. Yang punya mobil tersebut paham sekali, bahwa kalau istri bahagia, maka suami, anak-anak juga akan bahagia. Sebaliknya istri yang capek kerja di rumah, lalu koro-koroan ( suka marah-marah ), pasti akan membuat rumah jadi neraka kecil. Setuju kan?

Oke, cukup sekian sharing saya hari ini tentang kerjaan emak-emak di rumah. Setriakaan saya sudah habis, rumah sudah bersih lagi. Besok saya akan kembali menjahit lagi.

Happy wife, happy life

Stay at home

Together at home

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply