Hanya Debulah Aku

LIVE IN DUBAI
Hanya Debulah Aku

Hanya Debulah Aku

Hanya debulah aku, di alas kakimu Tuhan
Hauskan titik embun,
Sabda penuh ampun


Tak layak aku tengadah, Menatap wajah Mu
Namun tetap kupercaya, Maha Rahim Engkau


Ampun seribu ampun, Hapuskan dosa dosaku
Segunung sesal ini, Kuhunjuk pada Mu

Tak layak aku tengadah, Menatap wajah Mu
Namun tetap kupercaya, Maha Rahim Engkau

Ampun seribu ampun, Hapuskan dosa dosaku
Segunung sesal ini, Kuhunjuk pada Mu

Tak layak aku tengadah, Menatap wajah Mu
Namun tetap kupercaya, Maha Rahim Engkau

Tak layak aku tengadah, Menatap wajah Mu
Namun tetap kupercaya, Maha Rahim Engkau

Maha Rahim Engkau….

Maha Rahim Engkau….

————————————-

Dust is who i am under your feet, oh Lord.  
In thirst of a dew drop, Your forgiving word.  
How improper I am to look at Your face.   
Yet I do believe, The Merciful You are.  
Mercy me oh Lord, wipe out my sins. 
These mountainous regrets, I present before You.  
How improper I am to look at Your face.   
Yet I do believe, The Merciful You are.


———————————–

Setelah selesai sarapan, pagi ini seperti biasanya saya langung ke meja kerja saya, dan mulai membuka handphone saya. Saya biasanya meluangkan waktu sedikit untuk membuka instagram dan facebook untuk melihat update terbaru dari keluarga dan teman-teman.

Yang muncul pertama-tama di beranda instagram saya adalah postingan jadwal puasa dan pantang selama masa prapaskah yang akan segera dimulai. Masa Prapaskah akan dimulai hari Rabu mendatang, yang disebut hari Rabu Abu ( Ash Wednesday ), jatuh pada tanggal 20 February 2020. Sementara Jumat Agung, jatuh pada tanggal 10 April 2020.

Segera saya masukkan reminder / pengingat di calender saya di handpone, satu persatu mulai dari hari Rabu Abu, dan 6 hari Jumat berikutnya sampai tiba hari Jumat Agung. Tak lupa saya tuliskan kata” Puasa dan Pantang” dan memasang reminder sehari sebelumnya, juga reminder pada jam 6 pagi. Mudah-mudahan tahun ini bisa melakukan puasa dan pantang yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Lalu kemudian saya buka facebook saya, lalu tiba-tiba terdengar lagu : Hanya Debulah Aku, yang dishare di beranda saya. Deg! Hati ini langsung mengharu biru. Sudah lama sekali tidak mendengar lagu ini. Karena lagu ini biasanya dinyanyikan pada masa prapaskah. Sementara sudah bertahun-tahun saya bisanya mengikuti misa bahasa Inggris dan tidak pernah mendengar lagu ini.

Hati kecil saya mengatakan, bukan secara kebetulan saya melihat postingan tentang jadwal puasa dan pantang, juga diperdengarkan ke lagu : Hanya Debulah Aku. Hati saya mengatakan bahwa ini adalah kasih Tuhan yang ditunjukkan kepada saya lewat bisikan, petunjuk dan pemberitahuan lewat lagu tersebut.

Tuhan mau mengatakan betapa Dia mencintaiku dan mendengar doa-doaku. Hati saya masih teringat sekali. Hari minggu lalu, ketika saya menghadiri misa bersama opa ( mertua saya ), dalam doa khusuk, saya mendoakan satu hal, yang ternyata langsung dapat petunjuk dua hari berikutnya. Tidak penting apakah itu hal besar atau kecil, itulah apa yang ada dalam hati saya, keinginan saya, yang langsung di jawab. Sehingga membuat saya merinding dan memberi saya peringatan untuk jadi berhati-hati ketika mau mendoakan sesuatu, karena terlalu sering doa-doa saya dijawab langsung oleh Yang Maha Kuasa. Padahal hanya debulah aku, dengan segala dosa dan kelemahan.

Dua hari belakangan ini, mata saya juga sempat berkaca-kaca melihat postingan yang berseliweran di sosial media, tentang seorang artis muda yang meninggal secara tiba-tiba diusia sangat muda. Dan banyaknya status yang ditulis tentang kekuasaan Allah dalam hidup setiap mahluk.

Hanya debulah kita manusia. Harta, jabatan, tahta, rumah yang bagus, perusahaan yang besar, karyawan banyak, uang berlimpah, bisa membeli apapun, bisa melakukan apapun…semua itu hanya sementara, hanya titipan sementara, karena sesungguhnya manusia hanyalah debu dan akan kembali menjadi debu.

Sambil menulis artikel ini, pagi ini saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, mempersiapkan diri menyambut masa prapaskah. Bukan hal yang besar, tapi hal-hal kecil untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

  1. Saya ingin menjadi pribadi yang bisa dipercaya dalam hal-hal kecil, agar saya layak dipercaya dalam hal yang besar.
  2. Melakukan hal-hal kecil dengan tulus, agar diberkahi dengan hal-hal yang besar.
  3. Menepati janji yang pernah buat pada diri sendiri dan orang lain.
  4. Membuat lebih banyak kebaikan kepada orang lain….

Ahhh…Banyak sekali yang saya mau lakukan, tapi saya akan mulai melakukan hal kecil saja hari ini, yaitu membersihkan kaca jendela ruang tamu. Yah, membersihkan kaca jendela, bukan hal yang besar. Tapi kenapa saya mau melakukan itu? Karena itu akan mengingatkan saya untuk mensyukuri dan merawat apa yang Tuhan sudah beri kepadaku.

Ketika kita belum punya rumah, kita berkata dalam hati, seandainya saya bisa punya rumah, ah alangkah senangnya walaupun itu kecil saja, tidak apa-apa, saya akan rajin membersihkannya. Begitu sudah punya rumah, sering kali mengeluh karena capek membersihkannya. Kalaupun tidak mengeluh, ada banyak orang yang tidak merawat rumahnya, tidak mengatur rumahnya menjadi rapi dan bersih. Lama-lama menjadi berantakan dan sumpek.

Lalu kemudian bosan dengan rumah tersebut dan mulai berkata ooohhh alangkah senangnya kalau bisa punya rumah yang lebih besar dan bagus dan rapi. Sayangnya…impian itu tidak pernah jadi kenyataan. Kenapa?

Menurut hati saya, itu karena kita tidak tahu mensyukuri apa yang kita sudah punya, tidak merawatnya. Kita tidak bisa dipercaya dalam hal yang kecil. Bagaimana kita akan dipercaya dalam hal besar? Kalau rumah kecil saja sudah tidak bisa kita rawat dan bersihkan, bagaimana mau dikasih rumah yang besar.

Itu hanya contoh soal rumah. Tapi itu berlaku dalam hal lainnya, pekerjaan, jabatan, harta, juga kebahagian dan kepuasan batin. Ketika kita tidak pernah puas dalam hal kecil yang kita miliki, apakah kita yakin bisa akan puas dan bahagia ketika kita diberi hal yang besar?

Hanya debulah aku, tak layak aku tengadah menatap wajah Mu.

Ya Tuhan ajar aku untuk mensyukuri kehidupan yang telah Engkau beri, menyukuri apa yang ada pada diri ini dan mempergunakannya sebaik-baiknya, mengejar kebaikan dalam segala hal. Amien.

Hanya Debulah Aku , lagu Katolik untuk masa pertobatan.

Untuk mengetahui lebih dalam, makna di balik upacara Rabu Abu, silakan tonton video berikut ini:

Selamat mempersiapkan diri menyambut hari Rabu Abu dan masa Prapaskah.

Dubai, UAE, 20.02.2020

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply