Funeral Procession for Ne’Nesry. Procession No.12 : Ma’Doya Manuk

Uncategorized

Funeral Procession for Ne’Nesry.

Procession No.12: Ma’Doya Manuk 

HARI/ TANGGA: KAMIS/ 26.07.2018 (Malam)

 

Prosesi Ma’doya Manuk dalam rangkaian upacara pemakaman Ne’Nesry, dilakukan setelah prosesi Umpengkalao Api dan api sudah menyala di halaman rumah. Manuk = Ayam. Ma’doya Manuk adalah prosesi pemotongan satu ekor ayam putih. Setelah ayamnya mati, maka buluh-buluh pada ujung sayap dan ekor ayam putih tersebut kemudian dilepaskan. Buluh-buluh tersebut akan diselipkan pada symbol-symbol upacara adat berikutnya.

Setelah buluh-buluhnya dicabut, ayam tersebut lalu di panggang di atas api yang telah dinyalakan pada saat upacara Umpengkalao Api. Sembari menunggu daging ayam matang, laki-laki bermain kartu di Lumbung padi untuk mengisi waktu dan bersenda gurau bersama.

Daging ayam yang sudah matang  kemudian dimakan beramai-ramai oleh orang yang hadir pada malam itu.

Prosesi Ma’doya Manuk dilakukan tidak selalu sama caranya disetiap tempat/daerah di Toraja. Prosesinya berbeda-beda. Contohnya, mama saya bercerita bahwa ketika dia masih kecil, dia juga pernah melihat prosesi Ma’Doya Manuk dilakukan dengan memotong anak ayam yang masih kecil yang kemudian dibuang dari atas rumah lewat lantai rumah ke kolong rumah ( dibuang rokko sulluk banua). Jadi walaupun prosesinya berbeda-beda, tidak pernah dipermasalahkan karena yang terpenting adalah makna acaranya.

Prosesi Ma’doya Manuk dilanjutkan dengan Prosesi Ma’Doya Lompo.

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply