Funeral Procession for Ne’ Nesry. Procession No:20 Mangngosok Batu

Philosopy Toraja, Toraja Ceremony, Toraja Culture, Toraja Tourist Destination, Uncategorized

Funeral Procession for Ne’ Nesry. Procession No:20 Mangngosok Batu

HARI/ TANGGAL(Day/Date): SELASA/TUE 31.07.2018

Prosesi Mangngosok Batu Simbuang di Rante, dalam rangkaian upacara pemakaman Ne’Nesry, diadakan pada hari Selasa 31.07.2018 setelah prosesi Ma’ Riu’ Batu pada pagi hari yang sama.

Para ketua adat dan masyarakat berkumpul di Rante sekitar pukul 8.30 pagi. Pemimpin upacara adat yaitu Pak Jane, lalu memberikan penjelasan tentang prosesi Mangngosok Batu yang akan dilakukan. Lalu kemudian dipilih lokasi yang ditempati untuk mendirikan batu, dan para orang tua adat memberi tanda di tempat yang disepakati untuk mendirikan batu.

Lalu kemudian salah seorang bapak yang dituakan di kampung melakukan Massu’be’ Padang. Yang artinya mencungkil tanah. Bapak yang melakukan Massu’be’ Padang harus yang sudah duda atau meninggal pasangan hidupnya, maka dipilihlah Ne’ Andi, salah seorang yang dituakan di kampung. Beliau lalu menancapkan linggis pertama kalinya di tempat lubang batu pertama akan didirikan, kemudian beberapa laki-laki melanjutkan penggalian lubang yang pertama.

Sementara lubang pertama digali, penggalian lubang kedua, ketiga dan keempat dimulai juga. Setelah semua  lubang sudah selesai digali sekitar 1.5 mtr dalamnya, maka Tominaa lalu melakukan ritual adat, dipinggir lubang pertama.

Tominaa menjelaskan makna dari prosesi Mangngosok Simbuang dalam bahasa Tominaa ( bahasa tingkat tinggi ).

Setelah Tominaa selesai, prosesi dilanjutkan dengan ibadah yang dibawakan oleh gereja Katolik Stasi Kira, dipimpin oleh bapak Pengantar, Pong Jane.

Ibadah memberkati Batu Simbuang dimulai pada pukul 11.00. Dengan  pembacaan Alkitab dikutip dari kitab suci Keluaran 24:3-8. Didalam homili, pemimpin ibadah menjelaskan bahwa batu simbuang diperciki air suci adalah pertanda memohon berkat dari Allah Bapa Yang Maha Kuasa, agar semua kegiatan yang dilakukan akan memberi kebaikan bagi  semua keluarga dan masyarakat. Seperti halnya dalam Perjanjian Lama, juga diadakan upacara mendirikan batu. Jadi memberkati batu simbuang bukan penyembahan terhadap berhala.

Setelah homili, diadakan pemberkatan Batu Simbuang. Pemimpin ibadah kemudian memberkati lubang tempat menanam batu dan memerciki wajan besi (pamuntu bassi) yang dibungkus kain putih. Wajan besi tersebut adalah wajan tua milik Ne’Nesry sendiri. Isi wajan adalah : panggan (sirih), manik ata(kalung ata), seng todolo(uang), bannang riri (benang kuning)dan anak punti (tunas pisang 2 buah). Setelah diperciki air suci, wajan yang sudah terbungkus kain putih, lalu dimasukkan kedalam lubang pertama. Setelah itu pemimpin ibadah kemudian berpindah memerciki keempat batu dan lubang yang sudah digali dengan air suci.

Setelah pemercikan maka dilanjutkan dengan doa umat, doa Bapa Kami dan doa Salam Maria 3x dan doa penutup.

Setelah ibadah ditutup, Bombongan ( Gong ) lalu dibunyikan dan ibu-ibu mulai Ma’Lambuk (Menumbuk Padi/membunyikan lesung), sementara batu pertama lalu mulai didirikan. Adapun ukuran masing-masing batu adalah masing-masing sekitar 4mtr panjang x 1mtr x 1mtr, sehingga membutuhkan bantuan truck crane untuk mendirikan batu-batu tersebut.

Crane mengangkat salah satu ujung batu dan laki-laki menariknya mengarahkan ke lubang yang sudah digali. Setelah batu berdiri tegak, kaki batu kemudian ditimbun kembali. Batu pertama berdiri pada pukul 12:24 dimana membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk mendirikan batu pertama.

Batu kedua berdiri pada pukul 12:50, membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja untuk mendirikannya. Setelah batu kedua ditimbun aman  sekitar lubang, semua orang meninggalkan Rante dan pergi ke halaman upacara untuk istirahat makan siang bersama.

Setelah makan siang bersama, para ibu-ibu kemudian Ma’Lambuk lagi dan Bombongan dibunyikan lagi. Batu ketiga dan keempat kemudian didirikan. Proses mendirikan batu simbuangan terakhir, selesai pada sekitar pukul 14.30.

Setelah itu, sebagian orang mulai pulang kerumah, dan sebagian melanjutkan prosesi berikutnya yaitu Ma’Balakkayan.

 

yosintaparuruk

Naval Architect, Blogger, Youtuber at yosintaparuruk.com
By profession as an naval architect, has spent 15 yearsprofessional works on offshore, marine and shipbuilding business at several international companies, working in some countries. Currentlystarting slowly refrain from managing her projects and shifting to her other passions on social works, health care and natural life.
Founder of Elite Spa & Salon Bali and Soapyme Organic who has interest for natural beauty treatment, natural herbal remedy, natural and organic product,hand made product, ecogreen policy, back to nature campaign, no animal testing product campaign, social works, up cycling and recycling, DIY, interior design,sewing and craft ideas.

Recently starting build up her website www.yosintaparuruk.com, which is focusing on Toraja Culture, her hometown culture. And her youtube: Yosinta Paruruk

To know more about her recent activities and ideas, please visit her
website : www.yosintaparuruk.com

blogs :
http://elitespabali.blogspot.co.id/

http://soapymeorganics.blogspot.co.id/

https://www.facebook.com/elitespasalonbali/?pnref=lhc

https://www.facebook.com/soapymeorganic/?ref=bookmarks

---------

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply