Funeral Procession for Ne’ Nesry. Procession No:17 Ma’Pakande

Toraja Gallery

Funeral Procession for Ne’ Nesry.

Procession No:17 Ma’Pakande

HARI/TANGGAL(Day/Date: SABTU/Sat 28.07.2018 (Malam/Evening)

Prosesi Ma’Pakande dalam upacara pemakaman Ne’ Nesry dilakukan pada malam hari.  Prosesi Ma’Pakande adalah memberi makan kepada orang-orang yang berpantang selama upacara berlangsung, yang disebut Maro’. Pada upacara pemakaman tingkat tinggi Rapasan, biasanya jumlah orang Maro bisa sampai empat orang laki-laki. Sementara perempuan yang Maro’ jumlahnya bisa berbeda-beda.

Janda Almarhum melakukan Maro’. Beliau tidak boleh makan nasi atau kue atau makanan apapun yang berasal dari tepung beras. Beliau juga tidak boleh makan daging yang berasal dari hewan kurban selama upacara pemakaman berlangsung. Juga segala jenis makanan yang dimakannya tidak boleh bercampur dengan makanan orang lain, termasuk perabotan masak dan peralatan makanannya tidak boleh dicampur dengan perabotan dan peralatan yang dipakai selama upacara pemakaman berlangsung.

Sementara itu, kerabat laki-laki dan perempuan yang ikut Maro’ lebih ringan pantangannya. Mereka hanya tidak boleh makan nasi dan  makanan apapun yang berasal dari tepung beras, tapi boleh makan makanan lain dan daging yang disajikan selama upacara berlangsung.

Laki-laki yang Maro’ mengenakan tanda  dikepalanya yang disebut Pote. Janda Almarhum dan perempuan lain yang Maro’ menggunakan tutup kepala dari kain warna hitam.

Pada saat Ma’Pakande, dilakukan pemotongan satu ekor babi kemudian daging babi tersebut dimasak dan diberikan seolah-olah khusus kepada orang–orang Maro’. Jaman dahulu, orang yang Maro’ akan makan daging babi  tersebut bersama dengan nasi jagung. Akan tetapi orang lain boleh juga makan daging babi tersebut bersama dengan nasi.

Adapun makna dari Maro’ adalah sebagai tanda dukacita yang mendalam atas kepergian seorang anggota keluarga. Maro’ lazim dilakukan oleh keluarga dekat dalam setiap upacara pemakaman, akan tetapi tanda pote dikepala hanya boleh dikenakan pada upacara pemakaman tingkat tinggi dengan pengorbanan hewan kurban minimal 10 ekor kerbau.

 

Latest posts by yosintaparuruk (see all)

Leave a Reply