Funeral Procession for Ne’ Nesry. Procession No:15 Ma’Batang

Uncategorized

Funeral Procession for Ne’ Nesry.

Procession No:15 Ma’Batang

HARI/TANGGAL(Day/Date): SABTU/Sat 28.07.2018

Prosesi Ma’ Batang dalam rangkaian upacara pemakaman Ne’Nesry dimulai sekitar pukul 9.00 pagi. Ma’Batang adalah prosesi penyembelihan kerbau pertama di Rante yang diperuntukkan kepada struktur adat dimana upacara adat dilaksanakan. Prosesi Ma’Batang ini dilakukan sebagai identifikasi awal dari tanda kehadiran seluruh kelompok masyarakat dalam wilayah di mana upacara dilaksanakan, yaitu di Lembang Ao’Gading Lilikira.

Prosesi diawali dengan penyembelihan satu(1)ekor kerbau, yang dilakukan di Rante. Kerbau tersebut kemudian dipotong-potong dan dagingnya dimasak untuk makan siang seluruh tamu pada hari tersebut.

Setelah itu maka didirikanlah satu batang pohon pinang (Kalosi) dan satu batang pohon Ijuk. Pohon-pohon tersebut adalah pohon yang sudah besar, dipotong didekat akarnya dan bagian bawah batangnya ditanam kembali kedalam tanah, di lokasi Rante. Fungsi pohon-pohon tersebut adalah sebagai tempat menambatkan hewan kurban pada saat akan dikorbankan.

Setelah makan siang selesai, maka beberapa Kerbau Tanda (kerbau symbol upacara pemakaman tingkat tinggi) dibawah masuk kehalaman upacara. Kemudian diadakan perarakan dari halaman upacara ke Rante. Sebuah Gong dipikul oleh dua orang berjalan didepan, kemudian diikuti oleh beberapa kerbau tanda, lalu diikuti oleh kuda, sapi, kambing dan monyet. Lalu dibelakangnya adalah rombongan anak dan cucu Almarhum serta keluarga dekat Almarhum dan disusul oleh tamu yang datang.

Setelah rombongan tiba di Rante, maka keluarga dan tamu kemudian masuk kedalam Lantang / pemondokan sementara. Lalu hewan kurban berupa kerbau sebanyak 11 ekor dibawah masuk ke Rante. Dan selanjutnya diikat satu-persatu ke pohon pinang atau pohon ijuk, kemudian disembelih satu persatu dengan cara di Tinggoro (ditebas lehernya dengan parang panjang).

Setelah semua hewan kerbau diTinggoro, Anak Bamba kemudian membagi-bagikan ke 11 ekor kerbau tersebut. Satu ekor kerbau diberikan kepada setiap Saroan / Kelompok masyarakat, yang berjumlah 10 Saroan. Dan satu (1)ekor dibagi-bagikan kepada organisasi masyarakat lainnya. Kerbau yang sudah dibagikan kemudian diberi tanda sebatang kayu diatas kerbau tersebut.

Anggota masing-masing Saroan kemudian masuk ke Rante dan memotong-motong kerbau bagiannya. Potongan-potongan daging tersebut diberikan kepada setiap keluarga dalam Saroan. Apabila ada keluarga yang tidak sempat hadir hari itu, maka anggota yang lain akan mengantarkan bagiannya ke rumah orang yang tidak hadir tersebut.

Prosesi Ma’Batang adalah bentuk penghargaan kepada masyarakat setempat dalam hal ini yaitu kelompok Saroan.

 

 

yosintaparuruk

Naval Architect, Blogger, Youtuber at yosintaparuruk.com
A Naval Architect by profession, I have spent 18 years as a professional working on Offshore, Marine and shipbuilding projects at several international companies, working in various countries. Currently starting to slowly withdraw from managing my projects and shifting to my other passions like social works, health care and nature.
I also have interest in natural beauty treatment, natural herbal remedy, natural and organic product,hand made product, ecogreen policy, back to nature campaign, no animal testing product campaign, social works, up cycling and recycling, DIY, interior design, sewing and craft ideas.

Recently started to build up my website www.yosintaparuruk.com, which is focusing on Toraja Culture, my hometown culture and stories about my life in Dubai. My youtube: Yosinta Paruruk

To know more about my recent activities and ideas, please visit my website: www.yosintaparuruk.com

and my hobby on sewing website:
https://jahittanpapola.com/

https://www.facebook.com/elitespasalonbali/?pnref=lhc

Instagram: Yosinta Paruruk
Twitter: Yosinta Paruruk

---------

Leave a Reply