Funeral Procession for Ne’ Nesry. Procession No:14 Ma’Puli

Uncategorized

Funeral Procession for Ne’ Nesry. Procession No:14 Ma’Puli

HARI/ TANGGAL: JUMAT/ 27.07.2018

Pada zaman dahulu, Ma’Puli adalah prosesi yang paling mengerikan dari rangkaian upacara pemakaman adat Toraja.  Seperti kita ketahui, dalam strata sosial masyarakat Toraja pada zaman dahulu kala, ada rumpun keluarga dari strata sosial yang tinggi yang memiliki kaum budak. Ketika salah seorang anggota keluarga dari strata sosial tinggi tersebut meninggal dunia, maka pada saat upacara pemakamannya dilakukan prosesi Ma’Puli yaitu mengorbankan seorang budak dari orang yang meninggal tersebut. Budak tersebut juga dimatikan bersama-sama dengan tuannya.

Tradisi tersebut tentu saja sangat mengerikan dan kemudian mulai di hilangkan. Pengorbanan seorang budak diganti dengan pengorbanan kerbau. Sehingga pada saat Ma’Puli ada seekor kerbau yang tidak boleh dimakan dagingnya oleh keluarga dekat Almarhum, karena kerbau tersebut disimbolkan sebagai pengorbanan seorang budak.

Prosesi Ma’Puli dalam rangkaian upacara pemakaman Ne’ Nesry dimulai pada pukul 09.00 pagi hari. Prosesi Ma’Puli adalah prosesi pertanda dimulainya upacara Rapasan (upacara pemakaman tingkat tertinggi). Ditandai dengan pemotongan dua ekor kerbau. Satu (1) ekor kerbau tidak boleh dimakan oleh rumpun keluarga terdekat (istri/anak dan saudaranya).

Sekitar jam 9.00 pagi, masyarakat setempat mulai berdatangan. Ibu-ibu langsung bergegas ke dapur umum dan saling membantu mempersiapkan dan menyuguhkan kopi kepada setiap orang yang datang. Sementara laki-laki akan duduk minum kopi di atas Lumbung. Juga kepada setiap laki-laki yang datang akan diberikan rokok sebagai tanda penyambutan. Demikianlah adat orang Toraja dalam upacara pemakaman. Setiap tamu yang datang mesti disuguhi kopi dan diberi sebatang rokok. Sementara kepada ibu-ibu yang dituakan atau nenek-nenek akan diberikan sirih.

Setelah minum kopi selesai, dibawalah dua (2) ekor kerbau ke tengah halaman upacara. Kerbau tersebut kemudian di sembelih sebagai tanda prosesi Ma’Puli. Satu persatu kerbau disembelih dengan cara ditebas parang dileher kerbau (Ditinggoro).  Kerbau yang pertama dipisahkan dengan kerbau yang kedua dan dagingnya tidak boleh dicampur. Daging dari kerbau pertama tidak boleh dimakam oleh keluarga dekat almarhum. Sementara daging kerbau yang kedua boleh dimakan oleh keluarga dekat almarhum.

Sementara itu sebagian laki laki mulai memindahkan Batu Simbuang ke Rante. Adapun jumlah batu yang akan didirikan adalah sebanyak empat (4)buah. Hari itu ada dua (2) buah batu yang dipindahkan ke Rante.

 

yosintaparuruk

Naval Architect, Blogger, Youtuber at yosintaparuruk.com
A Naval Architect by profession, I have spent 18 years as a professional working on Offshore, Marine and shipbuilding projects at several international companies, working in various countries. Currently starting to slowly withdraw from managing my projects and shifting to my other passions like social works, health care and nature.
I also have interest in natural beauty treatment, natural herbal remedy, natural and organic product,hand made product, ecogreen policy, back to nature campaign, no animal testing product campaign, social works, up cycling and recycling, DIY, interior design, sewing and craft ideas.

Recently started to build up my website www.yosintaparuruk.com, which is focusing on Toraja Culture, my hometown culture and stories about my life in Dubai. My youtube: Yosinta Paruruk

To know more about my recent activities and ideas, please visit my website: www.yosintaparuruk.com

and my hobby on sewing website:
https://jahittanpapola.com/

https://www.facebook.com/elitespasalonbali/?pnref=lhc

Instagram: Yosinta Paruruk
Twitter: Yosinta Paruruk

---------

Leave a Reply